Tiongkok Pangsa Pasar Terbesar Ekspor Non Migas Indonesia

39

SENIN, 15 MEI 2017

JAKARTA — Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS Pusat) hingga bulan April 2017, Tiongkok ternyata masih menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan pangsa pasar terbesar ekspor non migas dari Indonesia. Demikian disampaikan Kepala BPS Pusat, Suhariyanto, saat menggelar acara jumpa pers di Kantor BPS Pusat Jakarta.

Suhariyanto (dua dari kiri), Kepala BPS Pusat, saat jumpa pers.

Menurut data resmi dari BPS Pusat, sepanjang bulan April 2017, nilai ekspor non migas Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar 1,57 miliar US Dolar (USD). Bisa dikatakan ekspor non migas Indonesia ke Tiongkok selalu mengalami peningkatan dari bulan ke bulan atau Month to Month (M to M).

Amerika Serikat tercatat menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan pangsa ekspor non migas Indonesia dengan nilai sebesar 1,36 miliar USD. Kemudian disusul negara India yang berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor non migas sebesar 1,19 miliar USD.

“Tiongkok masih menjadi tujuan utama pangsa pasar terbesar ekspor non migas Indonesia, kemudian disusul Amerika Serikat dan juga India. Ketiga negara tersebut menyumbang kontribusi total sebesar 33,80 persen, sementara ekspor non migas kita ke negara-negara Uni Eropa tercatat sebesar  1,36 miliar USD,” jelas  Suhariyanto, Kepala BPS, kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Suhariyanto juga menjelaskan, sepanjang bulan Januari hingga April 2017, nilai ekspor Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat pertama yaitu sebesar 9,23 miliar USD (17,14 persen). Disusul kemudian Provinsi Jawa Timur sebesar 5,95 miliar USD (11,04 persen). Di peringkat ketiga Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebesar 5,70 miliar USD (10,58 persen).

Sementara itu, secara umum total nilai ekspor Indonesia sepanjang bulan April 2017 tercatat sebesar 13,17 miliar USD atau cenderung mengalami penurunan sebesar 10,30 persen dibandingkan dengan bulan Maret 2017. Namun cenderung mengalami peningkatan sebesar 12.63 persen jika dibandingkan dengan bulan April tahun 2016.

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Source: CendanaNews

Komentar