SELASA, 16 MEI 2017
 
MULIA --- Sudah tak asing lagi, jika Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melakukan pendekatan secara humanis kepada rakyat, salah satunya yang dilakukan prajurit Korem 173 Praja Vira Braja di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
Prajurit TNI AD memberikan obat kepada seorang warga yang telah diperiksa penyakitnya.
Tugas utama menjaga daerah rawan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), prajurit di Korem tersebut juga tetap menjaga keharmonisan mereka bersama masyarakat di sela-sela tugas berat yang diemban.

Salah satu yang membuat prajurit ini semakin dekat dengan rakyat yaitu dengan adanya tugas mulia memeriksa sekaligus mengobati masyarakat secara gratis di daerah yang sering terjadi kontak tembak itu. Pengobatan massal secara gratis ini dilakukan secara serentak di 17 lingkungan gereja yang ada di Kota Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

“Kami berikan pengobatan secara gratis terhadap masyarakat yang berada di sekitar pos-pos Pamrahwan. Kegiatan ini tujuan utamanya membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat di bidang kesehatan,” kata Danrem 173/PVB, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa, dari ujung selulernya, Selasa (16/5/2017).

Dikatakan Jenderal Bintang Satu ini, pengobatan gratis digelar secara massif yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan di Kabupaten Puncak Jaya, Puncak dan Kabupaten Paniai. “TNI harus selalu bersama-sama dengan rakyat karena TNI berasal dari rakyat dan berjuang untuk rakyat,” ucapnya.

Munculnya ide pengobatan massal ini, lanjut Danrem, karena sebelumnya petugas kesehatan darinya melakukan door to door atau dari pintu ke pintu ke honai-honai (rumah) masyarakat. Sayangnya, kata Danrem kurang efektif, karena sebagian besar masyarakat sering tak di honai, karena sedang berkebun atau lainnya.

“Sehingga dilaksanakan pada hari Minggu di lingkungan gereja dimana masyarakat yang membutuhkan pengobatan mudah ditemui,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Klasis Gidi wilayah Puncak Jaya, Demius Game, mewakili seluruh masyarakat di wilayah Puncak Jaya, Puncak dan Paniai mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah, Yonif Raider Khusus 751/VJS, Yonif Raider Khusus 753/AVT, Dandim 1714/PJ, dan Danrem 173/PVB yang telah memberikan pelayanan kesehatan di beberapa titik yang sudah dilaksanakan.

“Kami sebagai pimpinan gereja mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemerintah dan TNI. Tuhan Yesus memberkati. Satgas Pamrahwan telah memperhatikan masyarakat kami di pedalaman yang jauh dari fasilitas kesehatan. Selanjutnya beberapa titik yang belum ada pelayanan agar dilanjutkan,” kata Pdt Demius Game.

Di tempat yang berbeda, masyarakat atas nama Martinus Gobay  mewakili masyarakat di Distrik Enarotali mengaku, baru kali ini TNI datang langsung ke lingkungan gereja-gereja untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan pengobatan yang diberikan oleh pasukan TNI. Kami berharap kegiatan ini selalu dilakukan di waktu-waktu yang akan datang,” kata Martinus Gobay.

Sekadar diketahui, pengobatan massal di Kabupaten Puncak Jaya ini terpusat pada beberapa titik di antaranya di Kampung illu, Tingginambut, Gurage, Muara, Wuyuneri, Yalinggua, Talilime, dan Yambi. Sementara untuk Kabupaten Puncak, di Kampung Kelomame, Ilaga dan di Kabupaten Paniai berada di Kampung Obano, Komopa, Waghete, Siriwo dan Enarotali.
Prajurit TNI AD saat memeriksa dan mengobati rakyat secara gratis di Puncak Jaya, Papua.
Dari hasil pemeriksaan keseluruhan, tercatat yang berobat berjumlah 863 orang, terdiri dari 311 orang di Kota Mulia, 105 orang di Tingginambut, 320 orang di Ilaga dan Sinak, dan di Kabupaten Paniai 127 orang. Jenis penyakit yang diobati pada umumnya adalah penyakit kulit, ISPA, batuk, pegal-pegal, nyeri dan flu.
Jurnalis: Indrayadi T Hatta / Editor: Satmoko / Foto: Indrayadi T Hatta









Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours