SENIN, 15 MEI 2017

TEGAL --- Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pelaku UMKM di Kota Tegal, Pemerintah Kota Tegal dan Otoritas Jasa Keuangan menggelar Loka Karya Akselerasi, Sinergi dan Inklusi Keuangan Mikro (Aksi Mikro) yang bertujuan mendekatkan lembaga keuangan dengan masyarakat khususnya pelaku UMKM pada Senin sore (15/5/2017) di Hotel Bahari Inn Kota Tegal.

Wali Kota Tegal, Hj. Siti Masitha Soeparno (tengah berjilbab) menyapa UMKM.
Dalam kesempatan ini Wali Kota Tegal, KMT Hj. Siti Masitha Soeparno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap para pelaku UMKM di Kota Tegal. Siti berharap, kegiatan Aksi Mikro dapat meningkatkan informasi terkait fasilitasi kredit bagi UMKM, dan juga sebagai wahana diskusi serta jaring aspirasi dari pelaku UMKM dalam menyerap program-program pemerintah lainnya.

“Sebagai salah satu penyumbang PAD, pemerintah kota akan fokus untuk mengembangkan UMKM. Dengan adanya berbagai program pengembangan UMKM di Kota Tegal, jumlah UMKM mengalami peningkatan dari 35.460 di tahun 2015, menjadi 36.202 unit usaha pada tahun 2016, naik sekitar 2,09%. Hal ini karena didorong dengan berbagai kemudahan pelayanan, dari mulai izin administrasi, sampai izin usaha yang cukup diurus di tingkat kecamata,” ujar bupati.

Kegiatan yang dimulai siang hingga sore juga menghadirkan Prof. Dr. Sri Adiningsih, salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Presiden Joko Widodo. Sri Adiningsih  mengatakan, sangat mengapresiasi peningkatan ekonomi yang ada di Kota Tegal. Karena Kota Tegal telah dianggap berhasil membangun ekonomi masyarakat sehingga mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di bawah angka nasional.

“Walaupun kondisi ekonomi global dan regional sekarang berada pada ketidakpastian, tapi Kota Tegal terbukti bisa tumbuh berkembang, dengan banyaknya investor yang tertarik menanamkam modalnya di sini. Bisnis dan investasi di Kota Tegal harus terus berkembang, karena harus diakui bahwa dunia usaha turut memberikan peran penting dalam menyerap tenaga kerja dan juga menjadi sumber penghasilan masyarakat. Karena hampir 90% pelaku usaha di Indonesia adalah UMK,” kata Sri.

Sambutan Wantimpres, Prof. Dr. Sri Adiningsih.
Terkait tidak adanya exit tol dari Pejagan-Pemalang di Kota Tegal, ia menambahkan bahwa pemerintah Kota Tegal tetap harus mampu untuk terus meningkatkan perekonomiannya dengan segala keunggulan potensi lokal yang dimiliki.

“Pemerintah Kota Tegal harus mampu terus mengembangkan perekonomiannya dengan cara menjadikan daerahnya menarik untuk dikunjungi. Sehingga meski tidak ada exit tol, namun masyarakat dari luar kota tetap tertarik berkunjung ke Tegal," kata Sri Adiningsih.
Jurnalis: Adi Purwanto / Editor: Satmoko / Foto: Adi Purwanto


Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours