KAMIS, 18 MEI 2017

MAKASSAR --- Ikan tidak hanya digoreng ataupun dimasak begitu saja. Di tangan para mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Jurusan Perikanan Prodi Sosial Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), ikan bisa menjadi produk olahan lain.

Siti Norma menunjukkan salah satu produk olahan alternatif berbasis ikan.
Dengan ide kreatif, mahasiswa ini  membuat olahan alternatif berbahan sea food. Produk yang dihasilkan seperti tuna rool, udang sangrai, dan juga dendeng tuna. Mahasiswa ini memang berniat memperkenalkan pada khalayak bahwa ikan tidak hanya diolah begitu saja akan tetapi bisa menjadi bentuk olahan yang beragam.

Siti Norma adalah mahasiswi yang merupakan koordinator laboratorium pembuatan olahan alternatif itu menilai para mahasiswa sangat berperan aktif dalam pengelolaan produk perikanan.

"Saya menilai teman-teman mahasiswa sangat antusias dalam mengolah produk perikanan. Mulai dari pemilihan kualitas ikan, bumbu, dan juga terjun langsung dalam membuat produk," jelas Norma pada Cendana News di sela kesibukannya di laboratorium.

Ada 2 produk yang menyita perhatian Cendana News, yaitu nuget rumput laut dan abon ikan kering. Bagaimana tidak, bahan baku dalam membuat produk ini sangatlah unik dan inovatif. Rumput laut yang biasanya diolah menjadi dodol atau agar-agar tetapi di tangan mahasiswa perikanan ini bisa diolah menjadi nuget rumput laut. Sedangkan untuk abon ikan kering, biasanya ikan kering cuma dimasak oleh kalangan ibu rumah tangga. Namun di tangan mahasiswa ini, ikan kering bisa dijadikan abon dan bercita rasa tinggi.

Norma menambahkan, produk olahan ikan yang dihasilkannya terlebih dahulu dilakukan penelitian oleh mahasiswa.

"Misalnya saja, produk abon ikan kering, kami melakukan penelitian di daerah Selaya. Di sana, ikan katambak dimanfaatkan secara baik dan memang memiliki harga ekonomis tinggi. Nah, kenapa tidak kita olah menjadi produk olahan ikan alternatif?" tambah Norma.

Para mahasiswa pun langsung memasarkannya, baik secara out door, in door, dan online. Secara in door mahasiswa menggunakan ruang laboratorium sebagai toko.

Sedangkan secara out door produk perikanan ini sering diikutkan dalam sejumlah pameran. Bahkan produk ini telah mengikuti beberapa pameran dalam tingkat nasional. Beberapa produk juga sudah mendapat label halal dari MUI. Bahkan beberapa produk juga sudah mendapatkan sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari kementerian terkait sehingga produk buatan mahasiswa ini dapat dipasarkan, di antaranya juga ada yang dititipkan ke sejumlah toko-toko yang ada di Makassar.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Prof. Dr. Amran Saru ST. MSI, yang juga merupakan alumni fakultas yang bersangkutan. Ia menilai, apa yang dilakukan oleh mahasiswa ini sangatlah baik.

Menurut Amran, kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa ini mendapat apresiasi tinggi dengan menciptakan produk olahan ikan alternatif.
Amran Saru.
"Karena, selain mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah juga dapat membantu fakultas dan universitas dalam memperkenalkan produk-produk ciptaan sendiri," jelas Amran di ruang kerjanya. Pihak fakultas pun sangat mendukung usaha mahasiswa ini dengan cara memberikan etalase untuk memajang produk yang ada. Apalagi produk ini sudah mendapatkan pengakuan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual) dari Profesor Mardiana.

Amran juga menambahkan, bahwa dengan adanya kegiatan ini mahasiswa dapat lebih mengembangkan dan meramu bahan olahan ikan.

"Menjadi sesuatu yang enak dan nikmat serta memiliki aroma yang menggugah selera, seperti contohnya saja bakso ikan," tambah Amran.

Diharapkan, setelah adanya kegiatan seperti ini mahasiswa dapat mampu mengangkat nama fakultas dan universitas dan juga dapat mengoptimalkan fasilitas universitas yang ada semenjak peralihan sehingga mahasiswa terus tertantang melahirkan inovasi.
Jurnalis: Nurul Rahmatun Ummah / Editor: Satmoko / Foto:  Nurul Rahmatun Ummah

Bagikan:

Satmoko Budi Santoso

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours