MINGGU, 14 MEI 2017

LAMPUNG --- Sejumlah spanduk, selebaran, pengumuman terkait penyesuaian tarif penyeberangan lintas antar provinsi yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dengan Nomor:PM 30 Tahun 2017 tertanggal 21 April 2017 akan resmi diterapkan pada Senin (15/5) mendatang. 

Truk truk ekspedisi mengantri untuk naik ke kapal.
Pemilik usaha ekspedisi berupaya untuk menekan biaya operasional saat pengiriman barang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sebaliknya sejumlah pemilik usaha ekspedisi memilih mengirim barang sebelum tarif baru diberlakukan.

Salah satu pemilik usaha pengiriman komoditas pertanian, Anwar, mengungkapkan kenaikan tarif khusus untuk angkutan barang dari kisaran Rp50.000-Rp200.000 per unit kendaraan diakuinya cukup mempengaruhi biaya operasional.

Anwar menyebut rentang tarif yang berbeda tersebut membuat ongkos jalan setiap pengemudi yang mengirimkan kendaraan sesuai golongan otomatis harus bertambah. Sistem pembayaran tiket yang selama ini dilakukan oleh pengurus truk (petruk) diserahkan oleh pengemudi kepada pengurus truk.

Ia menyebut jika pengemudi menunggu mengirim barang setelah atau bersamaan dengan saat tarif diterapkan mulai Senin (15/5) dipastikan jumlah biaya yang dikeluarkan akan membengkak. Itu sebabnya sejumlah pemilik usaha ekspedisi bahkan memilih melakukan pengiriman sebelum tarif diberlakukan.

"Sejumlah pengusaha ekspedisi memang menyiasatinya dengan berangkat mengirim barang sebelum tarif dinaikkan lumayan dengan adanya selisih harga ini bisa mengurangi biaya operasional," terang Anwar salah satu pengemudi sekaligus pemilik usaha ekspedisi dan distribusi hasil pertanian asal Lampung tujuan Jakarta saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (14/5/2017).

Bagi pemilik usaha ekspedisi asal provinsi Lampung diakuinya masih bisa disiasati dengan berangkat sejak Sabtu (13/5) dan Minggu (14/5) namun sejumlah pengemudi kendaraan ekspedisi bisa memilih dua pelabuhan penyeberangan lain.

Dua pelabuhan penyeberangan lain yang menjadi pilihan bagi pengusaha jasa ekspedisi menurut Anwar, yaitu Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) asal Bakauheni tujuan Bojonegara Banten dan pelabuhan Pelindo Panjang dengan tujuan Pelabuhan Panjang Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Emas Surabaya sebagai tol laut.

Kedua pelabuhan penyeberangan truk ekspedisi tersebut bisa menjadi pilihan bagi pemilik usaha ekspedisi dengan menggunakan truk.

Anwar menyebut telah mendapatkan informasi kenaikan tarif penyeberangan tarif jasa penyeberangan berkisar dari 11-14 persen. Dengan adanya penyesuaian kenaikan tarif tersebut ia memastikan akan ada kenaikan biaya pengiriman mengikuti kenaikan tarif.

Menurut dia tarif disesuaikan ia harus tetap mengikuti tarif tersebut dengan resiko biaya operasional untuk BBM dan uang makan selama perjalanan akan meningkat.

"Kenaikan tarif ekspedisi tentunya mengikuti kenaikan jasa penyeberangan dan ini tentunya harus kami ikuti agar distribusi lancar apalagi kenaikan ini dilakukan beberapa pekan sebalum bulan suci Ramadhan dengan tingkat distribusi barang semakin meningkat," ungkap Anwar.

Dampak dari tren sejumlah kendaraan yang memilih mempercepat pengiriman barang sebelum kenaikan tarif jasa penyeberangan membuat sejumlah kendaraan ekspedisi mengantri di pintu masuk pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni.

Albert, salah satu petugas pengatur lalu lintas di loket pembelian tiket kendaraan yang dikelola oleh PT Mata Pencil Globalindo menyebut arus kedatangan truk truk ekspedisi diprediksi akan semakin meningkat hingga malam hari. Hal tersebut berbeda dengan tren saat penurunan tarif jasa penyeberangan.

"Jika dilakukan penurunan justru pemilik usaha ekspedisi berusaha menahan kendaraan untuk berangkat saat tarif diturunkan namun saat dinaikkan pelaku usaha pengiriman akan mempercepat pengiriman,"ungkap Albert.

Sebagai antisipasi terjadinya antrian di pintu masuk loket penjualan tiket kendaraan pihak PT Mata Pencil diakuinya bekerjasama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Lonjakan arus kedatangan kendaraan ekspedisi jenis truk barang yang akan memasuki area pelabuhan diharapkan tidak mengganggu akses jalan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni yang juga melewati area pemeriksaan di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni oleh pihak Sat Narkoba Polres Lampung Selatan untuk pemeriksaan barang barang terlarang serta narkoba.

Kenaikan tarif jasa penyeberangan di lintasan Selat Sunda Pelabuhan Bakauheni ke Pelabuhan Merak dan sebaliknya mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 30 Tahun 2017. Sesuai dengan data yang diperoleh Cendana News kenaikan sebesar 11-14 persen tersebut terjadi di semua jenis jasa pelayaran mulai dari tiket pejalan kaki hingga kendaraan semua golongan.

Berikut daftar kenaikan tarif penyeberangan lintas provinsi khususnya di lintasan Bakauheni-Merak dan sebaliknya yang akan diberlakukan pada Senin, 15 Mei mendatang mulai pukul 00:00 WIB.

Penumpang

Tiket penumpang pejalan kaki ekonomi dewasa semula Rp13.000 menjadi Rp15.000 perorang.

Tiket penumpang pejalan kaki anak anak semula Rp7.000 naik menjadi Rp8.000 perorang.

Kendaraan Berbagai Golongan

Golongan I (Lama) Rp20.000- (Baru)Rp22.000.
Golongan II (Lama) Rp45.000- (Baru) Rp50.300.
Golongan III (Lama) Rp100.000- (Baru)Rp114.000
Golongan IV penumpang (Lama) Rp320.000- (Baru) Rp374.000
Golongan IV  barang (Lama) 285.000- (Baru) Rp326.095
Golongan V penumpang (Lama) Rp700.000- (Baru) Rp774.000
Golongan V Barang (Lama) Rp590.000- (Baru) Rp644.227.
Golongan VI (Lama) Rp1.190.000- (Baru) Rp1.301.000
Golongan VI (Lama) Rp 860.000 -(Baru) Rp998.000
Golongan VII (Lama) Rp1.315.000- (Baru) Rp1.405.800
Golongan VIII (Lama) Rp1.970.000-(Baru) Rp2.080.000
Golongan IX (Lama) Rp3.230.000-(Baru) Rp3.251.200.


Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi
Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours