Wagub Sumbar: LGBT dan Narkoba Merusak Generasi Muda

54

SABTU, 6 MEI 2017

PADANG —  Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menyatakan tidak akan mengasih ampun dan akan melawan para LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Jika perlu menurutnya, silakan angkat kaki dari bumi Ranah Minang. 

Wagub Sumbar Nasrul Abit.

Begitu juga terhadap narkoba, 2018 Pemprov Sumbar bersama BNNP (Badan Narkotika Nasional Provinsi) dan aparat kepolisian mentarget Sumbar bersih dari narkoba.

Ia melihat, LGBT dan Narkoba merupakan pengaruh yang sangat tidak bagi baik generasi di Sumbar. Kedua hal itu, akan merusakan kesehatan dan masa depan, dan bahkan harga diri.

Namun, jika dilihat sebelum munculnya LGBT, narkoba sudah menjadi persoalan yang nyata dan telah merusaki jiwa dan menjadi ancaman bagi generasi di Sumbar, sekarang ancaman baru telah datang dengan gaya lainya, seperti LGBT.

Khusus LGBT ini, Wagub minta jika ada di dalam diri genarasi Sumbar ini yang merasa jiwanya ingin berbuat seperti sekelompok LGBT itu, jangan dituruti tapi lawanlah. Anak muda menjadi seseorang laki-laki yang benar-benar jantan dan tangguh.

 d”Wanita akan menyukai laki-laki itu, karena merupakan seorang laki-laki sejati atau tangguh, bukan malah seorang LGBT,” ucapnya, dalam kesempatan kegaitan Simposium Awam Dampak Penyalahgunaan Napza dan Infeksi Menular Seksual Terhadap Kesehatan dalam Rangka Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2017, yang dihadiri para pelajar di Kota Padang, Sabtu (6/5/2017).

Menurutnya, salah satu komitmenya untuk melawan LGBT ialah mendukung kebijkana pihak Unversitas Andalas (Unand)  Padang yang melarang LGBT untuk ikut menjadi mahasiswa di Unand.

Ia menilai, cara itu salah satu menutup celah menyebarnya pengaruh LGBT di perguruan tinggi seperti di Unand. Nasrul menyebutkan, kebijakan yang dilakukan Unand soal melarang LGBT untuk ikut mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi, diharapkan bisa diikuti oleh perguruan tinggi lainnya yang ada di Sumbar ini.

Ia menyatakan, hal tersebut perlu, agar LGBT tidak berkembang di Sumbar dan berharap LGBT yang ada di Sumbar ini angkat kaki dan perli dari Sumbar ini.

Bersih dari Narkoba

Sementara terkait narkoba, Nasrul berharap ada langkah baru yang dilakukan oleh para pemuda di nagari, yakni membentuk sebuah nagari anti narkoba. Dengannya adanya komitmen dari pemuda untuk mewujudkan nagari yang bersih dari narkoba, maka hal tersebut sudah satu langkah dalam hal memberantas narkoba di Ranah Minang ini.

“Sasaran narkoba itu kan para genarasi seperti pemuda/pemudi, jadi jika ada komitmen dan keseriusan untuk hal tersebut, saya sangat mendukung dan mengapresiasinya. Kapan perlu, bagi daerah yang telah menentapkan suatu nagari yang anti narkoba. Jika menemukan ada pemuda/pemudi yang telah berada di bawah pengaruh narkoba, maka bisa diserahkan kepihak berwenang, untuk mendapatkan rehabilitas,” harapnya.

Dihadapan para ratusan acara tersebut, Wagub Sumbar mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor bagi pelajar lainnya, agar tidak ikut-ikutan tergabung sebagai LGBT atau pun itu narkoba. Nasrul menyatakan, LGBT dan narkoba merupakan dua hal yang bisa merusak masa depan, karena dua hal itu tidak hanya merusak impian, tetapi juga merusak hati dan otak.

Sementra itu, pada kesempatan tersebut, Sekretaris IDI Wilayah Sumbar DR. Harefa menambahkan, narkoba tidak hanya bisa mengancam diri pribadi seseorang, tapi juga bisa mengancam negara Indonesia ini.

Untuk itu, ia menyatakan, agar informasi terkait bahaya kesehatan terkait narkoba ataupun LGBT itu tersampaikan secara merata, maka kegiatan tersebut dilakukan serentak diseluruh kabupaten/kota di Sumbar pada Sabtu ini.

“Jika sudah mencicipi narkoba itu, jangan harap bisa dapat kuliah di kampus favorit, dan bahkan akan bisa terwujud menjadi orang sukses dan hebat. Karena narkoba dan LGBT itu tulah merusaki hati dan pikiran, sehingga cara kerja otak akan melemah, sehingga tergolong kepada orang-orang yang bodoh,” tegasnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhamamd Noli Hendra
Source: CendanaNews

Komentar