Warga Maumere Gelar Aksi Seribu Lilin Cinta Indonesia

63

MINGGU, 14 MEI 2017

MAUMERE — Ribuan warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Satu (13/5/2017) malam sekitar pukul 19.00 WITA menggelar aksi 1000 lilin bertemakan “We Love Indonesia” di depan Kantor Bupati Sikka di Jalan Achmad Yani, Maumere dan menyerukan selamatkan NKRI.

Peserta aksi menyalakan lilin di depan kantor bupati Sikka sebagai dukungan bagi NKRI.

Dominggus Koro salah seorang penggagas aksi kepada Cendana News di lokasi mengatakan, aksi ini bertujuan membangun kesadaran berbangsa dan bernegara, menyerukan agar bangsa ini jangan terpecah belah.

“Pesan dari Maumere untuk Bapak Presiden supaya harus tegas untuk menegakan NKRI , memberantas ormas-ormas radikal yang ingin merongrong persatuan dan kesatuan demi tegaknya empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

Hal senada juga dinyatakan Hery Naif  salah seorang warga Maumere yang juga aktifis LSM Wahana Tani Mandiri yang ditemui Cendana News di saat aksi menyatakan, dengan merebaknya aksi seribu lilin dan seruan mencintai NKRI, pemerintah harus merespek dengan melakukan langkah-langkah mencegah siapapun yang ingin menghancurkan negeri ini.

Para pendiri bangsa sudah bersusah payah mendirikan bangsa ini yang dirangkum dari berbagai suku, agama, ras dan golongan sehingga menjadi tugas dan kewajiban generasi penerus untuk mempertahankannya.

“Kita tentu tidak ingin agar jasa para pahlawan yang mengorbankan nyawa mereka untuk mempertahankan bangsa dan negara ini menjadi sia-sia dengan runtuhnya persatuan dan kesatuan,” ungkapnya.

Dominggus Koro (kanan) selaku salah satu penggagas bersama ibu Wenefrida Efodia Susilowati. dari Bank Sampah Flores dan Even Edomeko.

Hery menambahkan, sebagai orang Flores, dirinya bangga di mana Soekarno saat dibuang di Ende Flores. Soekarno menemukan Pancasila yang dipergunakan hingga kini sebagai dasar negara. Sehingga seruan mencintai NKRI harus terus digalakan dan Pancasila tidak dirongrong oleh pribadi atau golongan yang ingin merubahnya.

“Semua elemen bangsa ini sudah bersepakat bahwa negeri ini dibangun di atas kebhinekaan sehingga menjadi tugas kita bersama dan khususnya pemerintah untuk berkomitmen dan tegas bertindak menegakan empat pilar kebangsaan sebagai ciri khas negeri ini,” pungkasnya.

Disaksikan Cendana News, aksi yang berlangsung damai dibawah pengawalan aparat Polres Sikka ini berakhir sekitar pukul 20.30 WITA di mana peserta aksi mendengarkan pembacaan puisi, seruan moral menjaga persatuan dan kesatuan serta menyanyikan lagu-lagu nasional.

Aksi ditutup dengan menyalakan lilin di trotoar yang bertuliskan “We Love Indonesia” dan semua peserta menyalakan lilin yang berada di tangan masing-masing sambil mendengarkan renungan dan diakhiri dengan mendengarkan pembacaan teks Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya diringi permainan saksofon.

Aksi diikuti berbagai etnis dan agama yang ada di Kabupaten Sikka khususnya yang berdiam di kota Maumere, termasuk salah seorang wisatawan asing yang menetap di Maumere serta anak-anak. Mayoritas peserta aksi mengenakan baju berwarna merah.

Salah seorang wisatawan asing yang mengikuti aksi seribu lilin di Maumere.


Jurnalis: Ebed de Rosary/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosary

Source: CendanaNews

Komentar