MINGGU, 14 MEI 2017

MAUMERE ---- Wahana Tani Mandiri (WTM) bersama dengan Pemerintahan Desa (Pemdes) Hale Kecamatan Mapitara, Kabupaten Sikka merumuskan Peraturan Desa (Perdes) untuk mengikat ternak milik warga yang selama ini dilepasliarkan.

Yohanes S. Kleden sedang menjelaskan tentang penyusunan Perdes di Desa Hale,

Demikian disampaikan Hery Naif direktur program Wahana Tani Mandiri saat ditemui Cendana News di kantornya, Minggu (14/5/2017) siang terkait pendampingan yang dilakukan lembaganya terhadap warga di Kecamatan Mapitara.

Dikatakan Hery, setelah memberikan  pelatihan dan kemudian dari presentasi hasil studi yang dialkukan maka direkomendasikan beberapa perumusan Peraturan Desa sebagai jawaban terhadap permasalahan-permasalahan yang ditemukan.

“Karena itu dibentuklah tim perumus Peraturan Desa (Perdes) yang diakomodir dari BPD Hale, aparatur desa, pendidik, kader tani, tokoh perempuan, konsultan hukum, dan staf WTM,” terangnya.

Sementara itu Yohanes S. Kleden kepada Cendana News mengatakan, dirinya mencoba mereview hasil studi PSDA dengan mengidentifikasi masalah-masalah yang ditemukan dalam penelitian yang telah dilakukan,

Di Desa Hale sebutnya, ada banyak masalah yang ditemukan diantaranya: hutan rusak dan ternak yang berkeliaran sehingga perlu diatur karena sesuai kearifan yang ada bahwa dalam istilah adat sering terdengar istilah Wihing Wawi Peni Manu oleh karena itu ternak yang berkeliaran perlu diatur dalam Perdes.

“Kami akhirnya menyusun Perdes terkait ternak berdasarkan masukan dan kesepakatan diantara semua peserta tim dan hasilnya akan dikonsultasikan dengan bagian hukum Setda Kabupaten Sikka,” ujarnya.

Bila draft Perdes tentang ternak tersebut disetujui Setda Sikka maka akan dibuat Perdes dan disampaikan kepada masyarakat Desa Hale sehingga ternak yang selama ini dilepasliarkan dan menimbulkan persoalan di masyarakat bisa teratasi.

“Dalam Perdes tersebut juga disebutkan sanksi yang akan dikenakan bila ada warga yang masih melanggar Perdes tersebut sehingga akan memberikan efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat untuk mematuhi hukum,” pungkasnya.

Tim perumus sedang bekerja mempersiapkan Perdes ternak di Desa Hale.
 Jurnalis: Ebed de Rosary/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Ebed de Rosady

Bagikan:

Irvan Sjafari

Berikan Komentar:

0 comments so far,add yours