12.000 hektare Padi Petani di Lebak Dipanen Bulan ini

28
Ilustrasi - [Foto : Harun Alrosid]

LEBAK — Petani Kabupaten Lebak, Banten pada Juli 2017 kembali panen padi seluas 12.000 hektare, sedangkan pada Juni luas panen mencapai 8.200 hektare.

“Kami panen bulan ini cukup bagus dan tidak ditemukan serangan hama wereng maupun tikus,” kata Yadi (55) seorang petani di Blok Cikatapis, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Selasa (18/7/2017).

Sejumlah petani di berbagai daerah di Kabupaten Lebak terlihat sibuk memanen padi di areal persawahan.

Sebagian besar padi yang dipanen dari tanam April dengan angka tanam seluas 12.000 hektare.

Petani memanen padi itu kebanyakan benih unggul dengan masa panen selama 110 sampai 120 hari setelah tanam.

Yadi panen padi seluas satu hektare dan diperkirakan menghasilkan padi sebanyak enam ton gabah kering pungut (GKP).

Apabila, gabah itu dikonversikan dengan beras maka menghasilkan sebanyak lima ton setara beras.

Dari lima ton beras itu jika dijual seharga Rp7.000/Kg maka menerima pendapatan Rp35 juta.

“Kami merasa lega panen Juli 2017 cukup bagus dan menguntungkan karena tidak ada serangan hama wereng,” katanya.

Begitu juga Ahmad (50) petani Kolelet Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengatakan mereka petani di sini memasuki panen serentak karena kebanyakan tanam rata-rata April lalu.

Saat ini, mereka petani sibuk di areal persawahan untuk memetik butir-butir padi yang dipanen.

Kebanyakan panen padi itu petani menjual ke ijon atau tengkulak karena sebelumnya mereka memberikan modal untuk pembelian benih, pestisida dan lainya.

“Kami sudah biasa jika panen padi tentu hasilnya dijual ke ijon dengan pendapatan bersih Rp4 juta per hektare,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Suka Bungah Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhyana mengaku petani panen padi di wilayahnya seluas 150 hektare.

Mereka petani di sini jika panen hasil gabahnya tidak dijual namun mereka dijual setelah menjadi beras.

Karena itu, pendapatan petani cukup lumayan dengan penghasilan rata-rata Rp25 juta per hektare setelah dipotong biaya produksi.

“Kami lega panen padi Juli ini bagus dengan produksi 6,5 ton GKP per hektare tanpa serangan penyakit dan hama tanaman,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna menyebutkan panen padi Juli itu tersebar di Kecamatan Cipanas, Leuwidamar, Rangkasbitung, Muncang, Bojongmanik, Cirinten, Cibadak, Kalanganyar, Cileles, Cimarga, Cihara, Panggarangan dan Malingping.

“Kami memperkirakan panen padi seluas 12.000 hektare sesuai dengan angka tanam April lalu,” katanya. [Ant]

Komentar