Banjir Sering Landa Kota Balikpapan, Warga tak Tenang

and
85
Seorang warga bernama Dewantara yang memgalami banjir setiap hujan datang. -Foto: Ferry

BALIKPAPAN — Bencana banjir di kawasan MT Haryono, Kota Balikpapan, beberapa tahun terakhir menjadi perhatian seluruh warga dan Pemerintah Kota. Bahkan tahun ini, pemerintah kota mengklaim fokus menanggulagi banjir dengan berbagai upaya. 

Jalan Beller dan Damai Bahagia kawasan MT Haryono, merupakan kawasan yang rawan sekali banjir bila intensitas hujan tinggi. Bahkan, pada tahun ini banjir sangat sering terjadi di kawasan tersebut.

Seorang warga RT 35 Kelurahan Damai, Bahagia Dewantara, mengatakan bila hujan datang pada malam h7ri harus terjaga dan mewaspadai banjir. “Seperti tadi malam (15/7) hujan pukul 19.00, dua jam kemudian air masuk ke dalam rumah. Jalan masuk ke rumah ketinggian air sampai 50 cm, kalau depan rumah selutut orang dewasa,” ungkapnya, Senin, (17/7/2017).

Menurutnya, dulu meski curah hujan tinggi dua jam kemudian tidak banjir. Namun, saat ini hujan satu jam, air sudah masuk dan banjir.  “Beruntung, rumah bertingkat, jadi aman saja. Tapi, was-was kalau tidak dipantau, takutnya anak-anak suka main air. Jadi, ya harus terjaga,” katanya.

Terjaga menunggu hujan reda dan banjir surut itulah yang dilakukannya, setiap bencana banjir datang di kawasan MT Haryono.  Dikatakannya, setelah hujan reda yang dilakukannya yakni megeluarkan air menggunakan alkon manual yang dipinjamkan dan dibantu dari BPBD.

“Banjir malam hari, kami ya tidak tidur. Harus berjaga-jaga melihat ketinggian air, karena posisi rumah juga rendah. Semalam air surut pada pukul 02.00 dini hari,” keluhnya.

Dewan mengharapkan pemerintah segera mengatasi persoalan banjir tersebut. Juga minta dilakukan pengerukan sedimen drainase sebulan 2 kali di kawasan MT Haryono, karena bila tidak dilakukan dapat menyebabkan banjir yang cepat.

“Kami minta drainase segera diuruk dan diangkat sedimennya. Dan pastinya warga juga berperan untuk tidak membuang sampah ke selokan,” pintanya.

Menyikapi persoalan banjir tersebut, Walikota, Rizal Effendi, menyampaikan permohonan maaf atas musibah banjir yang melanda kota. “Atas nama pemerintah daerah saya mohon maaf atas musibah banjir saat kejadian curah hujan dan air laut bersamaan pasang,” katanya.

Dia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan pemkot unuk mengatasi banjir mulai dari perbaikan saluran drainase, pengerukan lumpur hingga evaluasi terhadap perizinan pengembang.

Komentar