Dalhari, Pelopor Produk Jambu Unggulan

and
377
Dalhari. Foto: Jatmika
SLEMAN – Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, selama ini memang dikenal sebagai kawasan sentra penghasil jambu unggulan di wilayah Kabupaten Sleman. Hampir semua warga di desa tersebut menanam pohon jambu Dalhari yang dikenal berbuah besar dan memiliki rasa sangat manis di lahan pekarangan mereka. Namun mungkin tak banyak orang tahu siapa sosok yang pertama kali menemukan dan menanam jambu Dalhari tersebut. 
Nama jambu Dalhari sendiri sebenarya diambil dari nama seseorang. Dialah Dalhari (70) seorang pensiunan TNI, warga Krasakan, Jogotirto, Berbah, Sleman. Kakek 5 cucu inilah sosok yang pertama kali menemukan dan mengembangkan jambu Dalhari di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman.
Ditemui di rumahnya, Minggu (16/7/2017), Dalhari, menuturkan, awalnya tidak sengaja menemukan jenis varian jambu yang memiliki banyak keunggulan itu. Berawal dari kegemaran bercocok tanam selepas pensiun, ia mencoba mencangkok sebuah pohon jambu air yang ia dapat dari seorang teman. 3 buah batang cangkokan jambu, ia tanam dan ia rawat di pekarangan rumah yang luas.
Setelah tumbuh subur, pohon jambu itu mulai berbuah. Buahnya pun lebih besar dari jambu biasa, serta memiliki rasa yang sangat manis. Tak heran banyak tetangga yang menyukai dan ingin ikut menanam jambu tersebut. Dalhari pun kemudian terus mencangkok jambu tersebut dan membagi-bagikan kepada tetangga. Hingga banyak warga di dusun, memiliki pohon jambu di pekarangan mereka.
“Awalnya saya hanya ingin mencari kegiatan selepas pensiun. Lalu saya menanam pohon jambu ini. Ternyata banyak yang suka dengan buahnya. Sehingga pohon itu saya cangkok dan bagi-bagikan ke tetangga agar tidak hilang dan habis,” katanya.
Mengetahui keunggulan pohon jambu milik Dalhari, pemerintah setempat melalui PPL kecamatan pun ikut turun tangan mengembangkan jambu tersebut. Pihak kabupaten bahkan lantas menetapkan jambu milik Dalhari sebagai produk unggulan Kabupaten Sleman. Desa Jogotirto Berbah Sleman pun ditunjuk agar mengembangkan sebagai daerah sentra penghasil jambu Dalhari dengan meminta seluruh warga menanam jambu di pekarangan masing-masing.
“Sebenarnya saya tidak mau nama saya dipakai untuk menamai jambu itu. Saya sebenarnya sudah mengusulkan agar jambu itu diberi nama jambu Sembada (slogan Kabupaten Sleman) saja. Tapi itu ditolak dan tetap diberi nama Jambu Dalhari,” ceritanya.
Kini, hampir semua warga Desa Jogotirto Berbah menanam jambu Dalhari di pekarangan. Mereka pun bisa mendapat penghasilan tambahan dengan menjual jambu tersebut ke pasar melalui pengepul. Tak hanya buahnya, sejumlah warga juga mulai menjual bibit cangkokan pohon jambu Dalhari kepada orang yang datang ke desa tersebut. Sebuah Kelompok Petani Jambu juga dibentuk untuk menaungi mereka.
“Untuk bibit cangkokan itu, yang kecil saya jual Rp50 ribu per batang. Sedangkan untuk yang besar saya jual Rp250 ribu per batang. Banyak sudah yang membeli cangkokan jambu ini, tidak hanya dari wilayah DIY saja, tapi juga luar DIY bahkan hingga luar pulau Jawa,” pungkas Dalhari.

Komentar