Disdikbud Balikpapan Minta Kepsek Awasi Kegiatan Ekskul

and
30
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, Muhaimin. -Foto: Ferry

BALIKPAPAN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Balikpapan, meminta kepada Kepala Sekolah untuk memantau proses mengajar guru, khususnya saat kegiatan ekstrakurikuler, menyusul ditemukannya dua guru di sekolah negeri yang mengajarkan paham anti Pancasila.

Dua oknum guru yang ditemukan itu guru di sekolah negeri dan langsung dikembalikan ke Kementerian Agama Balikpapan, karena di bawah koordinasi Kadepag.

Terbongkarnya oknum guru yang mengajar dan menyebarkan radikalisme itu berdasarkan pantauan Kepala Sekolah dan informasi dari para murid yang mengindikasikan kegiatan tersebut. Selain itu, juga penelusuran dari pihak Kepolisian.

“Menyikapi temuan itu, kita laporkan ke Kemenag dan oleh Kemenag langsung ditarik kemudian digantikan dengan guru lainnya. Kalau gurunya tidak ditarik, apalagi ada kegiatan ekskul itu membahayakan pola pikir anak menjadi tidak baik,” terangnya, Senin (16/7/2017).

Selanjutnya, Muhaimin mengatakan pembinaan guru sepenuhnya diserahkan kepada Kementerian Agama Balikpapan. Kemenag juga turun tangan langsung untuk memantau kegiatan guru agama di sekolah.

Ditegaskannya, guru tidak diperbolehkam membawa atau mengajarkan radikalisme ke peserta didik. “Dari temuan Disdikbud sudah ada dua yang kami laporkan, yakni dua oknum guru dari SMP dan SMA yang statusnya negeri. Kami tidak mengalami kesulitan, karena Kemenag juga turun mengawasi,” tukas Muhaimin.

Ia menyebut, belum ada dampak secara langsung namun pemahaman itu meracuni pola pikir. “Remaja utamanya pelajar SMP rentan dimasuki aliran yang belum saatnya diterima. Sejauh ini belum ada dampak langsung, tapi pemahaman itu meracuni pola pikir,” sebutnya.

Selain itu, Muhaimin menambahkan masih banyak mengalami kekurangan tenaga pengajar di tingkat SD, yaitu 200 guru termasuk guru agama.

Komentar