Sumbar Tawarkan 4 Jenis Investasi pada Arab

102
Keindahan sore hari di tempat wiasata Pantai Sumedang, Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. -Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, memperkenalkan sektor-sektor investasi unggulan kepada para penguasa asal Arab Saudi pada momentum pertemuan bisnis pengusaha Arab Saudi dengan Pemerintah Daerah dan pengusaha Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. -Foto: M. Noli Hendra

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, mengatakan, sektor unggul yang dimaksud yakni sektor industri, energi dan sumberdaya mineral, pariwisata, serta perikanan. Ia menilai, potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai usaha investasi yang akan menguntungkan bagi investor.

“Di bidang energi, kami mempunyai banyak sekali potensi energi terbarukan seperti panas bumi, tenaga air, dan bio energy,” ujarnya, Senin (17/7/2017).

Nasrul menyebut, berdasarkan penelitian terbaru, Sumatera Barat mempunyai lebih dari 20 titik sumber panas bumi, geothermal yang bila diusahakan akan dapat menghasilkan lebih dari 1706 MWe listrik. Di saat semakin mahalnya dan semakin langkanya bahan bakar fosil, bahkan diperkirakan di 2024 akan habis, maka eksploitasi geothermal menjadi energi listrik akan sangat menjanjikan bagi investor.

Lalu, untuk sektor pariwisata, peluang investasi bisa di daerah Kepulauan Mentawai yang merupakan suatu objek wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, karena mempunyai ombak yang terindah di dunia dan wisatawan dapat melakukan surfing.

“Sehubungan dengan itu, diperlukan tempat penginapan dari tamu yang datang berupa cottage, hotel dan sebagainya. Untuk itu, dalam hal ini juga perlu ada pihak yang membangun hal tersebut,” ucapnya.

Tidak hanya Mentawai, Kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, juga merupakan daerah terindah, yang terdiri dari pulau-pulau kecil, mirip seperti Wisata Raja Ampat Papua. Selanjutnya, juga ada Kawasan Terpadu Gunung Padang dan destinasi wisata lainnya.

Sedangkan, di bidang perkebunan, Sumbar mempunyai ratusan ribu haktare kelapa sawit yang sangat produktif dengan potensi pengembangan industri hilir Kopi, Cacao, CPO, refinery CPO, maupun perdagangan langsung CPO.

Selanjutnya, untuk sektor kelautan dan perikanan, yaitu pengolahan dan pemasaran ikan tuna segar dan olahan, budidaya kerapu, budidaya mutiara.

“Saya berharap pada para tamu investor dapat secara langsung berinteraksi dengan kami di Sumbar, tentang potensi dan peluang investasi unggulan Sumatera Barat yang masih sangat terbuka, untuk investasi mengingat banyaknya potensi sumberdaya yang terkandung di bumi Sumatera Barat,” tegasnya.

Nasrul juga mempersilahkan para investor mencermati potensi investasi Sumbar, dengan cara berkeliling ke pulau-pulau indah yang ada di Sumbar, sembari memperkenalkan potensi-potensi investasi di Sumbar di bidang pariwisata.

“Saya rasa jika hanya mendengar atau melihat data-data tanpa meninjau lansung ke lokasi, khawatirnya nanti cuma omong saja. Jika bapak-bapak bersedia, mari berkeliling ke sejumlah tempat di Sumbar,” katanya.

Ia menegaskan, akan menyedikan dua unit kapal untuk memfasilitasi para tamu, untuk berkeliling melihat potensi wisata di pulau-pulau yang ada di Sumbar. Nasrul berharap, agar para pengusaha asal Arab tersebut untuk bersedia untuk memenuhi ajakannya itu.

Sementara itu, Direktur Promosi dan Pengembangan Investasi BKPM RI, Husen Maulana, juga mengatakan, berdasarkan hasil survey Japan Bank pada 2016, telah menempatkan Indonesia sebagai Nomor 3 Negara paling diminati untuk investasi di dunia.

“Saat ini pemerintah pusat terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan dan menyederhanakan regulasi. Semua itu bertujuan agar para investor semakin tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia, atau ke Sumbar,” tutupnya.

Komentar