Gatot Nurmantyo Awali Pembangunan Islamic Center

177
Gatot Nurmantyo dalam suasana peresmian STIKK. Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Islamic Center di area Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur Al Murtadlo. Pembangunan gedung baru itu mengingat semakin bertambahnya jumlah santri Pondok Pesantren An-Nur Al Murtadlo.

Kapasitas bangunan yang berada di dalam Ponpes tersebut tidak lagi mencukupi untuk menampung santri yang ada. Oleh sebab itu, pengurus Ponpes berencana membangun sebuah masjid yang digunakan sekaligus sebagai Islamic Center An-Nur 2.

“Insha Allah kami akan segera membangun Islamic Center. Kami awali hari ini dengan prosesi peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo,” jelas pengasuh Ponpes An-Nur 2, KH. Fathul Bari, Minggu (16/7/2017).

Lebih lanjut Fathul Bari menceritakan, Ponpes An-Nur Al Murtadlo sendiri dibangun pada 1979. Pada saat itu kondisi Ponpes masih berupa hutan dan rawa-rawa. Baru satu bangunan yang luasnya kurang lebih 7×5 meter.

“Itupun santrinya hanya sembilan orang,” kisahnya. Namun dengan rahmat dan ridha Allah SWT, pada 2017, santri Ponpes An- Nur sudah mencapai lebih dari tujuh ribu orang. Semua santri tersebut tinggal 24 jam di dalam Ponpes.

Pada awal berdiri, Ponpes An-Nur Al Murtadlo luasnya hanya sekitar 20×20 meter persegi saja. Akan tetapi pada 2017 Ponpes An-Nur telah melebar dan meluas menjadi sekitar 17 hektar.

Dikatakan, pada 1979, oleh pendiri Ponpes An-Nur Al Murtadlo, KH. Baddrudin Anwar,
juga sudah dibangun sebuah masjid dengan kapasitas 350 orang. Meskipun pada saat itu jumlah santrinya hanya 9 orang. Masjid tersebut bertahan sampai sekarang dengan kapasitas yang sama yakni 350 orang, padahal jumlah santri saat ini sudah tujuh ribu orang.

“Setiap hari Jumat para santri terpaksa harus bongkar pasang tenda agar bisa mengikuti salat Jumat dengan khusuk,” terangnya.

Disebutkan, Islamic Center An-Nur tersebut rencananya akan dibangun dua lantai dengan luas 1.764 meter persegi dan total biaya sekitar 5 miliar rupiah. Sementara itu Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengaku senang karena telah diundang oleh pihak Ponpes An-Nur 2 untuk meletakkan batu pertama pembangunan gedung Islamic Center tersebut.

“Jumlah santri di sini ternyata cukup banyak. Padahal awalnya hanya sembilan santri, tapi sekarang sudah mencapai tujuh ribu santri,” ujarnya.

Menurut Gatot, semua santri yang ada di Ponpes An-Nur harus memiliki cita-cita besar yang tentunya juga harus dibarengi dengan doa.

“Jangan hanya punya cita-cita menjadi pilot, tapi harus punya cita-cita memiliki pesawat terbang. Jangan hanya bercita-cita menjadi dokter, bercita-citalah memiliki rumah sakit. Para santri juga harus optimis bahwa doa mereka bisa terwujud,” pungkasnya.

Selain meletakkan batu pertama pembangunan Islamic Center An-Nur 2, Gatot Nurmantyo juga meresmikan gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kitab Kuning (STIKK).

Peletakan batu pertama Islamic Center oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Foto: Agus Nurchaliq

 

 

 

Komentar