Gubernur Diminta Selesaikan Masalah Tapal Batas Aceh Utara

and
58
Bupati Aceh Utara H.Muhammad Thaib/Foto: Khaidir MG.

ACEH UTARA –– Bupati Aceh Utara H. Muhammad Thaib meminta Gubernur Aceh Irwandi Yusuf untuk segera menyelesaikan tiga masalah besar di daerahnya. Di antaranya sengketa tapal batas antara Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara dan  Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2003 tentang pemindahan Ibukota Kabupaten Aceh Utara dari wilayah Kota Lhokseumawe ke Lhoksukon.

Menurut pria yang akrab disapa Cek Mad, sengketa tapal batas Aceh Utara dengan Bener Meriah selama ini sudah terjadi konflik horizontal antar masyarakat perbatasan. Diharapkan sengeketa tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

“Masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena sangat merugikan warga, padahal kedua daerah ini memiliki niat baik untuk membangun,” kata Cek Mad, Selasa (18/7/2017).

Selain itu Cek Mad juga meminta dukungan Gubernur Aceh menyelesaikan masalah PP Nomor 18 Tahun 2003 tentang “Pemidahan Ibu Kota ke Lhoksukon”. Pasalnya sebagian besar aktivitas perkantoran sudah berpindah ke sana.

“Namun pusat pemerintahan seperti kantor Bupati dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara masih berada di Lhokseumawe,” ujarnya.

Saat ini kendala pemindahan ibu kota ke Lhoksukon masih terjadi tolak tarik aset Pemerintah Aceh Utara dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe. Hal ini diharapkan Gubernur dapat menyelesaikan masalah tersebut agar tidak merugikan Pemkab Aceh Utara (Khaidir MG)

 

Komentar