Indonesia Pimpin Klasemen Sementara Perolehan Medali ASG 2017

268

SINGAPURA — Indonesia mengambil alih pimpinan klasemen sementara perolehan medali ASEAN Schools Games 2017, Singapura, setelah pada hari ketiga pelaksanaan pertandingan cabang-cabang olahraga mengumpulkan enam medali emas, sembilan perak, dan lima perunggu.

Pencapaian itu membuat Indonesia sampai Senin (17/7) sudah mendapatkan 19 emas, 21 perak, dan 17 perunggu melampaui koleksi peringkat pertama sebelumnya Thailand yang sudah memperoleh 19 emas, 13 perak, dan 18 perunggu. Sementara tuan rumah Singapura berada di peringkat ketiga dengan 15 medali emas, 18 perak, dan 18 perunggu.

Ada pun pada hari pertandingan ketiga, kontingen renang masih menjadi penyumbang medali terbanyak dengan enam emas, tiga perak empat perunggu. Kemudian, tambahan medali datang dari atletik dengan dua perak, bulu tangkis dengan satu perak dan satu perunggu, boling dengan satu perak serta tenis yang memberikan dua perak.

Di cabang olahraga renang, medali-medali emas diraih oleh Felicia Angelica di nomor 200 meter gaya dada putri, Azzahra Permatahani di nomor 200 meter gaya ganti putri dan 800 meter gaya bebas putri, Erick Ahmad Fathoni di nomor 200 meter gaya ganti putra, tim estafet putri 4X100 meter gaya bebas serta Adinda Larasati di nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri.

Perak didapatkan dari perjuangan Pande Made Iron di 200 meter gaya dada putra, Azzahra Permatahani, 200 meter gaya dada putri dan Adinda Larasati di 200 meter gaya ganti putri.

Sementara perunggu didapatkan dari Azel Zelmi Aryalingga di nomor 50 meter gaya kupu-kupu 50 meter putra, Prada Hanan di 800 meter gaya ganti putri, tim estafet putra 4X100 meter gaya bebas dan Angel Gabriella di 50 meter gaya kupu-kupu putri.

Dengan hasil tersebut, sejak Sabtu (15/7) sampai hari Senin (17/7), total sudah ada 16 medali emas, sembilan medali perak dan delapan medali perunggu yang disumbangkan kontingen renang untuk Indonesia di ASG 2017, melebihi target yang dibebankan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yaitu 10 medali emas. Jumlah ini masih bisa bertambah karena renang berakhir pada Rabu (19/7).

Beralih ke atletik, cabang olahraga ini masih kesulitan meraup emas sampai hari ketiga pertandingannya. Ditargetkan 10 emas oleh Kemenpora, atletik belum bisa menambah koleksi emasnya karena pada Senin (17/7) “hanya” mengumpulkan dua perak melalui nomor tolak peluru putri atas nama Ayu Fitriani dan Lalu Muh. Zohri di nomor lari 200 meter putra.

Total sampai Senin, atletik Indonesia sudah membawa pulang satu emas, enam perak dan lima perunggu. Akan tetapi ini masih bisa bertambah karena atletik akan dipertandingkan sampai Selasa (18/7).

Dari cabang olahraga bulu tangkis, medali perak pada hari pertandingan ketiga diperoleh dari tim beregu putri yang melaju ke final tetapi harus mengakui keunggulan Malaysia. Perunggu datang dari tim beregu putra yang pada Minggu (16/7) takluk dari Singapura di babak semifinal.

Kesempatan meraih emas untuk bulu tangkis masih terbuka lebar mengingat cabang olahraga ini menyisakan nomor-nomor perseorangan.

Kemudian, keping medali di hari ketiga datang dari boling. Setelah mengantongi emas dari nomor tunggal putra pada Minggu (16/7), boling berhasil menambah medali setelah si kembar Patrick Hernandez dan Paolo Hernandez memperoleh perak di nomor ganda putra. Kontingen ini masih berkesempatan menunaikan target dua emas dari Kemenpora karena masih menyisakan nomor tim kuartet putra-putri di hari terakhir kompetisi boling, Selasa (18/7).

Prestasi dua perak dari tenis lapangan nomor tim beregu putra dan putri Indonesia, yang masing-masing kalah dari Thailand, sebenarnya sudah dipastikan pada Minggu (16/7). Namun, pemberian resmi medali baru dilakukan pada Senin (17/7). Tenis sendiri masih menyajikan pertandingan nomor-nomor perorangan yang membuka kesempatan Indonesia meraih medali emas.

Kabar Cabang Olahraga Lain Dimulai dari bola basket, baik tim putra dan putri Indonesia harus berjuang mati-matian demi mendapatkan paling tidak medali perunggu setelah menderita dua kali kekalahan dari tiga laga. Terkini, Senin, tim putra dan putri Indonesia takluk dari lawan yang sama, Malaysia. Mau tidak mau, jika tujuannya medali, putra dan putri harus menaklukkan lawan terakhirnya yakni Filipina pada Selasa (18/7).

Turnamen bola basket ASG 2017 diadakan dengan format setengah kompetisi (round robin) dan diikuti oleh lima negara. Selain Indonesia, negara yang berpartisipasi adalah Malaysia, Filipina, Thailand dan Singapura.

Kemudian, pada Senin (17/7), cabang olahraga tenis meja sudah memastikan medali perunggu dari nomor perorangan ganda putri Anstasya Fabian/Della Shinta. Di semifinal, mereka kalah dari pasangan Thailand dengan skor 3-2.

Meskipun demikian, tenis meja masih memiliki kesempatan menambah pundi medali karena masih ada beberapa nomor perorangan yang dipertandingkan seperti tunggal putra, ganda putra dan tunggal putri.

Terakhir, kesempatan Indonesia untuk terus menggali medali datang dari cabang olahraga bola voli putra dan putri. Bermain dengan format turnamen round robin, pada Selasa (18/7) tim putra dan putri Indonesia akan menghadapi tuan rumah Singapura. Sebelumnya, baik tim putra dan putri Indonesia sudah menorehkan catatan sekali kalah yaitu dari Thailand, Sabtu (17/7) dan sekali menang dari Malaysia, Minggu (16/7).

Sebagai informasi, cabang olahraga lain yang diikuti Indonesia, yaitu senam artistik dan sepak takraw sudah menyelesaikan seluruh pertandingannya pada Minggu (16/7).

Berikut klasemen sementara ASEAN Schools Games 2017, Singapura, sampai Senin (17/7).

Peringkat Negara Emas Perak Perunggu Total Medali
1 Indonesia 19 21 17 57
2 Thailand 19 13 18 50
3 Singapura 15 18 18 51
4 Vietnam 13 19 7 39
5 Malaysia 10 7 19 36
6 Filipina 10 6 16 32
7 Myanmar – – 3 3
8 Laos – – 1 1
9 Brunei – – – 0
10 Kamboja – – – 0
[Ant]

Komentar