Jalan Masuk ke Riau akan Diperluas Tahun ini

103
Ilustrasi - CDN

PEKANBARU — Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan Jalan Soebrantas ujung sebagai pintu masuk ibu kota Provinsi Riau dengan provinsi tetangga sepanjang 1,7 kilometer akan diperlebar mulai tahun 2017 ini.

“Pelebaran Jalan Soebrantas merupakan proyek APBN tahun 2017,” kata Asisten II Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Dedi Gusriadi, di Pekanbaru, Selasa (18/7/2017).

Jalan Soebrantas ujung merupakan pintu masuk utama dari Provinsi Sumatera Barat menuju Kota Pekanbaru. Jalan ini juga berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar, Riau.

Saat ini, kondisi jalan tersebut hanya satu jalur, sedangkan arus kendaraan semakin meningkat tiap tahun. Hal itu menyebabkan ruas jalan di ujung Kota Bertuah tersebut kerap terjadi kemacetan.

Keberadaan angkutan umum yang “ngetem” sembarangan juga memperparah kemacetan di ruas jalan tersebut.

Karena itu, melalui dukungan APBN, jalan itu akan ditingkatkan menjadi dua jalur sehingga kemacetan dapat segera teratasi.

Dedi mengatakan untuk merealisasikan pembangunan tersebut, pada 2012 silam Pemkot Pekanbaru telah membebaskan lahan di bahu jalan. Selain lahan, proses ganti rugi juga termasuk pada bangunan yang berada di atas lahan.

Namun, hingga kini ratusan bangunan semipermanen dengan beberapa di antaranya telah bersifat permanen berdiri di atas lahan yang telah diganti rugi tersebut.

Karena itu, tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Pekanbaru dibantu aparat kepolisian sejak Senin (17/7) hingga hari ini menertibkan keberadaan bangunan liar tersebut.

“Jumat kemarin sudah kirim surat kepada masing-masing penghuni bangunan untuk segera mengosongkan lahan. Hari ini kami bergerak melakukan pembongkaran,” ujar Dedi pula.

Lebih jauh, Dedi mengatakan apabila penertiban dapat segera diatasi, maka pembangunan akan segera dimulai pada tahun ini atau selambatnya pada 2018 mendatang.

Kepala Satpol PP Pekanbaru Zulfahmi Adrian mengatakan penertiban kemarin akan dilanjutkan Selasa ini.

Sebanyak 250 personel gabungan Satpol PP Pekanbaru bersama Polsek Tampan, serta Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Pekanbaru terlibat dalam penertiban tersebut.

Selain mengerahkan ratusan personel, tim gabungan yang disebut sebagai Tim Yustisi Kota Pekanbaru mengerahkan pula dua unit alat berat ekskavator. Satu persatu bangunan liar yang berdiri pada lahan pemerintah itu dirobohkan.

Zulfahmi menyatakan tidak ada hambatan berarti dalam penertiban tersebut, mengingat Pemkot Pekanbaru telah menyurati penghuni bangunan liar itu sejak Jumat (14/7) pekan lalu.[Ant]

Komentar