Kampung Kesunean Cirebon jadi Wilayah Tersehat

123
Ilustrasi posyandu. Foto: Dokumentasi CDN

CIREBON  – Kampung Kesunean, Kelurahan Kasepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat, yang merupakan Desa Berdaya Rumah Zakat kini menjadi salah satu wilayah tersehat, karena warganya sudah sangat menyadari tentang pentingnya menjaga kesehatan.

“Setiap bulan, ibu-ibu yang memiliki balita tak pernah ketinggalan membawa anaknya ke Posyandu, secara rutin anak-anak ditimbang, diimunisasi, diperiksa dan diberikan makanan tambahan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan,” kata Fasilitator Desa Berdaya Kasepuhan, Lisa di Cirebon, Minggu.

Lisa mengatakan perubahan itu merupakan hasil dari perjalanan yang tidak mudah. Kondisi masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tidak terlalu tinggi serta wawasan yang tidak begitu luas, membuat warga kurang peduli dengan pentingnya PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).

Begitu juga dengan kesadaran untuk membawa anak-anak dan bayi mereka agar mendapatkan imuniasi setiap bulannya.

“Merubah mindset dari warga adalah salah satu hal tersulit, banyak dari mereka yang masih tidak peduli dengan kondisi kesehatan maupun lingkungannya,” tuturnya.

Dia menceritakan akibat dari ketidak pedualian warga, wilayah Kasepuhan pernah mendapatkan predikat dan penilaian yang buruk dari pihak Kelurahan, Puskesmas, juga Kecamatan.

Lisa melanjutkan berkat kerja sama yang baik, kegigihan dan ketekunan dari para Kader Posyandu, Fasilitator Desa Berdaya serta pihak Puskesmas, pembinaan yang sudah dimulai sejak tahun 2014 di wilayah Kampung Kesunean RW 09 mulai mendapatkan hasil.

Wilayah ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dari banyak pihak seperti penghargaan tingkat kecamatan, tingkat kota, memenangkan berbagai perlombaan, bahkan Posyandu ini pun pernah mendapatkan penghargaan sebagai Posyandu Terbaik tingkat Nasional.

“Karena penghargaan inilah, Posyandu wilayah Kesunean RW 09 pernah didatangi dan dijadikan sebagai objek study banding oleh Puskesmas Provinsi Bengkulu dan Banten,” katanya.

“Ini merupakan salah satu kebanggan bagi kami karena bisa sampai dijadikan sebagai objek study banding. Semoga bisa memberikan manfaat dan apa yang kami terapkan di sini juga bisa dikembangkan di wilayah mereka,” kata Lisa lagi. (Ant)

Komentar