Kerusakan Jalan Lintas Provinsi, Biaya Perawatan Kendaraan Berlipat

and
58
Sutarjo, pemilik kendaraan yang mengalami kerusakan dampak jalan rusak dan berlubang. [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Kerusakan jalan lintas provinsi di Kecamatan Penengahan hingga menuju Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan telah terjadi selama beberapa tahun terakhir dan belum mendapat upaya perbaikan dari pemerintah Provinsi Lampung.

Kerusakan parah jalan provinsi ada di ruas simpang Gayam tepat di Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, hingga Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang. Kerusakan bahkan hanya ditambal dengan batu dan tanah seadanya serta perbaikan di sejumlah titik dengan sistem rigid pavement.

Salah satu warga Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, Rusman (40) menyebut, saat ini faktor penyumbang kerusakan jalan selama dua tahun terakhir banyak diakibatkan oleh kendaraan pengangkut material pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Ratusan dum truk bermuatan pasir dari Kabupaten Lampung Timur kerap melintas untuk dipasok di lokasi JTTS dan sebagian bermuatan tanah timbunan tol.

“Saat ini memang penyebabnya karena kendaraan material untuk keperluan Jalan Tol Trans Sumatera. Namun sebelum ada proyek tol, jalan ini memang sudah rusak dan belum diperbaiki,” terang Rusman, salah satu warga Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan, yang memiliki rumah tepat di dekat jalan yang menuju ke fly over Tetaan di atas Jalan Tol Trans Sumatera, Minggu (16/7/2017).

Kerusakan kendaraan dampak jalan rusak. [Foto: Henk Widi]
Rusman mengaku, selama hampir tiga tahun terakhir harus kerap menutup pintu dan jendela depan rumah akibat debu beterbangan saat kendaraan pengangkut material keperluan proyek JTTS melintas. Selain mengeluhkan kebersihan rumah yang kerap berdebu saat kemarau dan kondisi jalan yang becek saat musim penghujan, ia bersama warga lain juga mengaku harus berhati-hati dengan lubang dan lalu-lalang kendaraan proyek JTTS.

Pelaksana proyek JTTS sebenarnya telah melakukan proses perbaikan dengan sistem tambal sulam meski kerusakan jalan masih tetap terjadi pada beberapa bagian. Menurut informasi dari aparat desa, ruas jalan provinsi tersebut akan diperbaiki setelah proses pengerjaan JTTS selesai digarap sehingga kondisi jalan dalam kondisi bagus dengan sistem rigid pavement setelah sebelumnya hanya menggunakan aspal.

Kerusakan akses jalan penghubung antar kecamatan dan menuju ke Kabupaten Lampung Timur yang merupakan jalan provinsi tersebut, juga dikeluhkan oleh Sutarjo (43), selaku pemilik usaha pengiriman barang menggunakan kendaraan truk. Ia menyebut, tidak segera diperbaikinya kerusakan jalan berimbas kendaraannya mengalami patah pada bagian as roda belakang. Saat melintas di jalan berlubang ruas jalan provinsi tersebut.

Janji untuk memperbaiki kerusakan jalan tersebut diakuinya pernah diwacanakan. Untuk pengalihan jalan provinsi diturunkan statusnya menjadi jalan kabupaten. Meski wacana tersebut belum terelasasi hingga kepemimpinan Kabupaten Lampung Selatan berganti bupati. Perbaikan kerusakan jalan dilakukan hanya pada beberapa titik tanpa perbaikan menyeluruh.

“Secara ekonomis kami terganggu dengan kerusakan jalan ini karena kami pemilik usaha tidak memiliki pilihan jalan lain untuk mengirim barang. Sementara jalan berlubang membuat bagian tertentu kendaraan rusak,” terangnya.

Sutarjo yang tengah memperbaiki bagian as belakang kendaraannya dan bagian ban menyebut, telah menghabiskan dana Rp6 juta hanya untuk ongkos perbaikan sementara tanpa ada muatan dirinya tidak memiliki penghasilan. Ia berharap, pemerintah bisa melakukan perbaikan secepatnya terhadap kerusakan jalan provinsi tersebut.

Selain mengakibatkan kerusakan kendaraan dengan banyaknya lubang di ruas jalan sepanjang lebih dari 8 kilometer tersebut, waktu yang biasanya bisa ditempuh cepat harus lebih lama dari biasanya terutama pada malam hari akibat penerangan kurang memadai. Selain biaya operasional bahan bakar yang membengkak, Sutarjo yang kerap mengangkut hasil bumi dan angkutan lain menyebut, kerusakan kendaraan juga berimbas pada pengeluaran uang tak terduga untuk perbaikan kendaraan.

Ruas jalan Provinsi Lampung di Kecamatan Ketapang penuh lubang dan rusak. [Foto: Henk Widi]

Komentar