Kontraktor Kalsel Banyak Kantongi SKA dan SKT Bodong

and
41
Ketua Gapensi Kalsel, Edy Suryadi (baju biru) di kantor Gapensi Kalsel.

BANJARMASIN — Ketua Gabungan Pelaksanaan Kontruksi Indonesia (Gapensi) Kalimantan Selatan, Edy Suryadi meminta Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK) Kalsel memverifikasi ulang Sertifikat Keahlian (SKA) dan Sertifikat Keterampilan (SKT) yang dibikin di luar Kalsel oleh para kontraktor.

Sebab, Edy meyakini sebagian besar kontraktor memiliki SKA dan SKT bodong alias aspal. Ia mengingatkan kepemilikan SKA dan SKT penting karena terkait jaminan hasil proyek berikut hasil pengerjaannya.

“Perlu diverifikasi ulang apakah SKA dan SKT dibuat diluar Kalsel dan dimiliki oleh kontraktor, apakah betul-betul asli dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Edy Suryadi di Banjarmasin, Senin (17/7/2017).

Apabila SKA dan SKT aspal, Edy mengingatkan pemda maupun kontraktor sulit melakukan penuntutan atas kerugian proyek. Itu sebabnya, ia meminta ada langkah antisipasi lewat verifikasi ulang SKA dan SKT yang terbit di luar Kalsel. “Jangan sampai nanti kalau sudah kejadian, baru ada keributan,” ujar dia.

Ia mengakui banyak kontraktor Kalsel punya SKA dan SKT lansiran luar daerah. Namun saat itu kondisi LPJK Kalsel kurang kondusif, sehingga banyak kontraktor lebih memilih mencari SKA dan SKT asal daerah lain walaupun biaya lebih mahal.

“Saya pun dulu banyak bikin SKA dan SKT dari luar. Namun sekarang saya membuatnya di Kalsel saja, karena lebih mudah dan lebih hemat biaya,” ujar Edy.

Edy meminta kontraktor lokal yang masa berlaku SKA dan SKTnya habis agar memperpanjang lewat LPJK Kalsel ketimbang mengurus di luar Kalsel.

“Saya menggaransi dengan kepengurusan LPJK Kalsel sekarang ini, proses pembuatannya cepat dan mudah asal persyaratannya lengkap,” ujar Edy.

 

Komentar