KSKP Bakauheni Amankan Puluhan Burung Tanpa Dokumen

and
39
Proses penyerahan burung dari KSKP Bakauheni ke BKP Bandarlampung Wilker Bakauheni /Foto: Henk Widi.

LAMPUNG—Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni berhasil mengamankan puluhan ekor satwa jenis burung yang akan dikirimkan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

Menurut Kepala Unit Reserse dan Krimilal KSKP Bakaueni Inspektur Satu Ipran mendampingi Kapolsek KSKP Bakauheni Ajun Komisaris Polisi Enrico D. Sidauruk pengamanan burung tersebut dilakukan dalam razia rutin di pintu masuk PelabuhanBakauheni Lampung Selatan sebelum dilalulintaskan menggunakan kapal laut.

Kanit Reskrim KSKP Bakauheni Iptu Epran menyebut satwa jenis burung tersebut diamankan oleh KSKP Bakauheni dari kendaraan bus Rhema Abadi dengan nomor polisi AA 1421 DA dengan modus disembunyikan dalam bagian kamar mandi bagian belakang bus.

Paket berisi burung jenis Betet 14 dan burung kolibri 45 tersebut menurut pengakuan sopir akan dibawa dari Pekanbaru tujuan Jakarta oleh seseorang yang mengirimkannya lewat paket bus.

Selang beberapa waktu kemudian burung  betet dan kolibri yang ditemukan dalam kamar mandi bus.  Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan juga sebanyak empat keranjang buah berisi 32 burung tledakan.

Burung-burung itu merupakan hasil penangkapan dari alam liar ditemukan  dalam satu unit kendaraan bus Putra Remaja bernomor polisi AB 7198 AK. Hewan ini   disembunyikan di belakang untuk mengelabui petugas.

“Saat kita lakukan pemeriksaan awalnya memang tidak ditemukan pada bagian bagasi namun saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata keranjang buah berisi burung disembunyikan di bagian kendaraan bus agar tidak diketahui petugas,” ungkap Enrico saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (17/7/2017)

Puluhan ekor satwa jenis burung dari Bus Putra Remaja jurusan Jambi ke Magelang Jawa Tengah tersebut dan puluhan ekor burung lain dari Pekanbaru tujuan Jakarta segera diamankan oleh KSKP Bakauheni untuk pemeriksaan lebih lanjut terutama akibat dilalulintaskan tanpa dokumen resmi karantina.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan pada barang bukti satwa jenis burung tersebut langsung kita serahkan ke balai karantina untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Iptu Ipran.

Berdasarkan penuturannya pengiriman satwa jenis burung tersebut selain diangkut tidak menggunakan alat angkut yang tidak semestinya juga melanggar Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan,Ikan dan Tumbuhan.

Proses selanjutnya KSKP Bakauheni berkoordinasi dengan pihak Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni.

Drh. Isaias selaku petugas dari Badan Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni menyebut puluhan burung yang dilalulintaskan antar pulau tanpa dokumen resmi dan tidak dilaporkan ke BKP Lampung tersebut akan dilepasliarkan ke alam bebas.

Ia berharap pengiriman komoditas pertanian dan satwa harus disertai dengan dokumen resmi diantaranya Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan tidak dilaporkan saat proses perlalulintasan.

“Sesuai prosedur memang semua jenis satwa yang akan dilalulintaskan harus memiliki surat resmi dan harus dilaporkan ke karantina,” ungkap Isaias.

Kanit Reskrim KSKP Bakauheni, Iptu Ipran (kiri) dan petugas BKP Bandarlampung Wilker Bakauheni dengan barang bukti burung yang akan dikirim dari Sumatera ke Jawa /Foto: Henk Widi.
Burung kolibri yang diamankan oleh KSKP Bakauheni /Foto: Henk Widi.

Komentar