Kupang Alokasikan Rp6 miliar Rehab 400 Rumah Warga Miskin

120

KUPANG — Pemerintah Kota Kupang mengalokasikan anggaran Rp6 miliar untuk merenovasi 400 unit rumah keluarga miskin di wilayah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu agar kembali layak huni.

“Sebanyak Rp6 miliar itu sudah ada dalam APBD 2017 ini dan siap dimanfaatkan untuk pelaksanaannya,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral di Kupang, Selasa.

Dia mengaku alokasi anggaran itu akan terdistribusi dalam dua item kegiatan masing-masing lantainisasi dan renovasi dengan masing-masing anggarannya.

Untuk lantainisasi teralokasi Rp1 miliar bagi 400 rumah warga miskin di daerah itu. Sementara untuk renovasi dialokasikan Rp5 miliar untuk 200 unit rumah warga miskin.

Dia menjelaskan untuk mendapatkan program itu, setiap warga miskin diminta mengajukan permohonan lantainisasi atau renovasi kepada wali kota melalui dinas sosial yang diketahui pihak RT dan kelurahan setempat.

Dari usulan itu, pihak kelurahan bersama RT akan melakukan verifikasi dan validasi untuk memastikaan kelayakan warga yang mengajukan permohonan tersebut. “Jika layak mendapat bantuan maka akan langsung dikerjakan secara gotong royong oleh warga setmpat,” katanya.

Teknis penganggarannya tidak diberikan dalam bentuk uang tunai tetapi dalam bentuk barang agar nantinya tidak disalahgunakan.

“Pemerintah punya pengalaman intervensi dalam bentu uang dan tidak dimanfaatkan untuk kegiatan sebenarnya tetapi untuk kegiatan lainnya. Karena itu pemerintah mengubahnya dalam bentuk barang,” katanya.

Untuk lantainisasi akan mendapat bantuan senilai Rp2,5 juta setiap rumah dan renovasi akan mendapat nominal bantuan Rp25 juta setiap rumahnya. “Melalui kelurahan akan dikoordinasikan dan melakukan pengawasan untuk memastikan pekejaannya terlaksana,” katanya.

Karena sangat terbatas unit yang dianggarkan maka diharap para lurah untuk benar-benar selektif sehingga bisa tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

“Pemerintah menerapkan skala prioritas hanya untuk yang sangat miskin dan membutuhkan. Jika ada yang masih sanggup dibiarkan dulu,” katanya.

Khusus untuk renovasi rumah, syaratnya dipermudah dengan membolehkan warga miskin yang menumpang tanah orang lain mendapat intervensi bantuan ini. “Asalkan ada persetujuan pemilik tanah,” katanya.

Lantainisasi dan rehabilitasi rumah warga miskin ini merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Kupang Jonas Salean selama masa kepemimpinan 2012-2017.

Program itu dimaksudkan untuk memastikan seluruh keluarga miskin yang memiliki rumah layak huni demi terjaminnya kesehatan para penghuninya.

Felisberto mengaku sudah menerima banyak permohonan dan saat ini sedang meminta kelurahan untuk melakukan verifikasi dan validasi secara benar di lapangan. “Dinas sudah kumpulkan para lurah dan meminta untuk selektif lakukan verifikasi dan validasi. Jangan pandang bulu,” katanya. [Ant]

Komentar