Manfaatkan Void jadi Basis Usaha Ekonomi Desa

85
Ilustrasi. Foto: Dokumentasi CDN

SAMARINDA – Sebanyak 27 void (lubang bekas galian tambang) pada tiga kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, akan dimanfaatkan untuk basis berbagai usaha ekonomi desa, baik untuk keramba ikan, sumber air bersih, maupun sebagai embung desa.

“Sebanyak 27 void itu total luasnya mencapai 419,21 hektare dengan kedalaman antara 6,4 meter hingga 70 meter,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Muhammad Jauhar Efendi di Samarinda, Minggu.

Status 27 void tersebut telah dinyatakan bersih dan tidak bermasalah (clear and clean) sehingga siap difungsikan untuk berbagai keperluan desa, apalagi kandungan air dalam void tersebut sudah dilakukan penelitian oleh tim dan layak digunakan sesuai peruntukannya.

Peruntukan void itu antara lain, satu void eks pit H3 di Kampung Pegat Bukur, Sambaliung, Berau, dengan luas 29,77 hektare (ha) dan memiliki kedalaman 70 meter.

Void berusia sembilan tahun milik PT Berau Coal ini akan difungsikan oleh pemerintah desa sebagai sumber air bersih dan budidaya perikanan, bahkan telah diusulkan menjadi telaga air.

Kemudian satu void eks pit TD C-9-L1 di Desa Bukit Raya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar), seluas 12,71 ha sedalam 10 meter milik PT Bukit Baiduri Energi akan digunakan sebagai irigasi, MCK, dan budidaya perikanan.

Selanjutnya void Telaga Batu Arang milik PT Kaltim Prima Coal di Desa Kabo Jaya, Sangatta Utara, Kutai Timur, seluas 12 ha dengan kedalaman 40 meter, akan digunakan untuk lokasi wisata dan pengembangan kolam ikan.

Berikutnya dua void seluas 5,3 ha dan 2,6 ha dengan kedalaman 30 meter dan 12 meter di Desa Bangun Rejo, Tenggarong Seberang, Kukar, milik PT Kitadin, akan digunakan untuk keramba ikan.

Kemudian terdapat 19 void milik PT Multi Harapan Utama di Kabupaten Kukar, antara lain void 02, 03, 05, 06, di Desa Loa Ipuh Darat, Kecamatan Tenggarong, yang memiliki luas antara 6,81 ha hingga 28,33 ha dengan kedalaman antara 17,5 meter hingga 44,7 meter.

Empat void di Loa Ipuh Darat dengan usia antara 6-26 tahun ini akan digunakan untuk sumber air bersih dan irigasi pertanian, peternakan sapi dan budidaya perikanan, wisata dan budidaya perikanan.

Ada pula 11 void di Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu yang memiliki luas antara 1,79 ha hingga 101,33 ha dengan kedalaman antara 6,4 meter hingga 49 meter.

Void yang berusia antara 4-7 tahun ini antara lain akan dimanfaatkan untuk perikanan dan sumber air peternakan sapi, embung irigasi dan sumber air penggembalaan sapa.

“Ada juga void di Purwa Jaya, Loa Janan, Kukar, milik PT Multi Sarana Avindo seluas 14 ha dengan kedalaman 40 meter. Void ini akan difungsikan sebagai folder pengendali banjir,” ucap Jauhar. (Ant)

Komentar