Milkindo, Wisata Edukasi Sapi Perah

MALANG – Berlokasi di Desa Tegalsari, Kepanjen, Kabupaten Malang, terdapat sebuah tempat Wisata Edukasi ‘Milkindo’ yang sangat menarik untuk dikunjungi terutama bagi anak-anak. Tidak hanya menawarkan bermacam wahana permainan, wisata edukasi yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih tiga hektar tersebut juga memberikan berbagai informasi mengenai dunia peternakan khususnya sapi perah.

Dengan hanya membayar tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah, pengunjung sudah dapat menikmati sebotol susu segar secara gratis sekaligus bisa berwisata dan belajar di tempat ini.

“Untuk tempat wisata edukasi Milkindo sendiri memang mengusung konsep belajar sambil bermain. Jadi selain bisa berwisata, pengunjung khususnya anak-anak juga bisa belajar di sini,” jelas salah satu karyawan, Bagus, kepada Cendana News, Minggu (23/7/2017).

Lebih lanjut Bagus menceritakan, sebelum berkembang menjadi tempat wisata edukasi, Milkindo awalnya dulu pada tahun 1984 hanya berupa peternakan sapi perah yang populasi sapinya juga masih sedikit. Dengan seiring berjalannya waktu, Milkindo semakin berkembang hingga tahun 2000-an jumlah populasi sapi perahnya semakin banyak sehingga harus bekerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) untuk menyetorkan produksi susu.

“Jadi kami pada saat itu masih seperti peternak pada umumnya yang menyetorkan hasil susu ke KUD,” ucapnya.

Kemudian pada tahun 2010/2011 Milkindo mulai merintis menjadi Commanditaire Vennootschap (CV) dan tidak lagi bekerjasama dengan KUD tetapi sudah berdiri sendiri sebagai CV. Disitu Milkindo bekerjasama dengan peternak dan membina peternak.
Setelah itu, peternakan Milkindo dikembangkan lagi dari sisi pendidikan atau edukasi yang dianggap masih memiliki peluang.

Bagus. Foto: Agus Nurchaliq

“Kalau bentuk wisata ini sebetulnya bukan yang utama bagi kita, utamanya yaitu pendidikannya,” tuturnya.

Pada tahun 2011 akhir, Milkindo baru mulai dikembangkan sebagai wisata edukasi tapi jumlah pengunjungnya masih sangat sedikit. Mungkin dalam waktu tiga bulan hanya 1-2 sekolah yang datang ke Milkindo untuk belajar.

“Milkindo mulai ramai pengunjung pada akhir tahun 2016. Jadi terkenalnya tempat ini dari mulut ke mulut, mungkin juga dari guru-guru yang pernah datang kesini untuk berwisata edukasi,” kisahnya.

Bagus menyebutkan, wahana permainan yang ada di Milkindo diantaranya berkuda untuk melatih anak agar berani dan melatih keseimbangan. Kemudian ada wahana memanah untuk melatih konsentrasi anak. Wahana trampolin untuk melatih keberanian anak dan wahana kereta sebagai hiburan. Selain itu juga terdapat taman kelinci dimana anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan memberikan makanan kepada kelinci.

“Per wahana pengunjung diwajibkan untuk membayar tiket lagi. Wahana berkuda dan trampolin masing-masing 10 ribu rupiah. Sedangkan wahana kereta dan panahan 5 ribu rupiah,” jelasnya. Untuk wahananya sendiri sebenarnya merupakan bagian dari pengembangan untuk menunjang pendidikan anak-anak yang belajar disini. Karena konsep dari tempat ini adalah belajar sambil bermain.

Sementara untuk wisata edukasi, Milkindo menyediakan dua jenis paket wisata yakni paket 20 ribu dan 40 ribu. Untuk paket 20 ribu, pengunjung akan diberi informasi dan materi mengenai sapi perah mulai dari cara memberi susu dan makan kepada sapi kecil hingga praktik memerah susu sapi secara manual. Sedangkan untuk paket 40 ribu itu sudah termasuk biaya wahana.

“Sementara ini untuk paket wisata edukasi seperti memerah susu sapi masih diperuntukkan rombongan sekolah, bukan untuk masyarakat umum. Namun untuk wahana, siapa saja bisa mencoba,” terangnya.

Tapi nanti ke depan akan disediakan paket perah susu sapi untuk masyarakat umum. Karena sapi biasanya juga rawan stres kalau terlalu banyak pengunjung.  Selain itu, untuk wisata edukasi rencana ke depan akan disediakan sawah agar anak-anak bisa belajar menanam padi. Jadi tidak hanya mengenai peternakan saja, tapi kita juga memberikan informasi tentang pertanian.

Disebutkan, saat ini untuk jumlah pengunjung Milkindo pada hari biasa sekitar 100-300 orang, sedangkan pada hari libur bisa mencapai 700-800 pengunjung.

 

Lihat juga...