Nilai Investasi STBM untuk 14.000 KK Capai Rp11 miliar

and
71
Mohbarudin dengan cetakan WC yang digunakan masyarakat [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG — Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah I Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Nyoto Suwigno menyebutkan, nilai investasi dari Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) untuk pembuatan jamban selama ini dengan rata rata investasi Rp800.000 maka diperlukan investasi cukup besar dengan nilai lebih dari 11 milyar untuk sebanyak 14.000 kepala keluarga.

“Nilai investasi yang besar tersebut diakuinya cukup memberi nilai positif dalam penghematan anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD) yang bisa dialokasikan ke sektor lain karena adanya penghematan dari proses pencapaian dalam bidang kesehatan,” sebutnya dalam deklarasi stop buang air besar sembarangan di Kecamatan Candipuro, Selasa (18/7/2017).

Apalagi dengan dilakukan secara bergotongroyong oleh relawan masyarakat yang dikenal dengan tentara Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang ada di dua kecamatan diantaranya Desa Candipuro dan Desa Tanjungsari.

“Program dari SNV yang berasal dari negeri Belanda tersebut dikerjakan secara terstruktur dalam program sanitasi total berbasis masyarakat maka dari sektor kesehatan bisa menghemat anggaran untuk kegiatan sanitasi yang didukung oleh peran serta masyarakat yang dilakukan secara gotong royong,” sebutnya.

Ia berharap dengan program SNV yang ikut membantu pemerintah daerah bisa dijadikan percontohan bagi daerah daerah di wilayah Indonesia dalam upaya untuk melakukan pembangunan bidang kesehatan dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang dikoordinir oleh adanya tentara STBM.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintah Daerah I Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nyoto Suwigno (paling kanan) saat hadir di Candipuro Lamsel [Foto: Henk Widi]
Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan mengapresiasi kinerja SNV di Indonesia bahkan memilih Kabupaten Lampung Selatan untuk proyek percontohan dalam program STBM khususnya dalam pembuatan jamban.

“Kita bisa lihat program lembaga swadaya masyarakat yang sangat bagus dengan adanya program pembuatan jamban sehat dan hari ini dideklarasikan stop buang air besar sembarangan,” terang Zainudin Hasan.

Ia bahkan mengungkapkan berdasarkan data sebelum ada swasembada WC sebanyak 98.000 kepala keluarga di Kabupaten Lampung Selatan tidak memiliki akses jamban sehat pada tahun 2015 dengan membutuhkan investasi sekitar 98 milyar untuk pembangunan jamban sehat. Bahkan khusus di Kecamatan Candipuro dan Tanjungsari sebanyak 14.000 tidak memiliki akses jamban sehat sehingga swasembada jamban di dua kecamatan tersebut sangat diperlukan.

Muhbarudin salah satu koordinator kecamatan (Korcam) bahkan berinisiatif membuat candibar atau cetakan septic tank atau resapan dengan membuat cetakan dari Puskesmas atau Dinas Kesehatan yang tujuannya mempermudah masyarakat mendapat cetakan dari Puskesmas jumlahnya terbatas dan mahal harganya.

Ia menyebut selama dua tahun semenjak kehadiran SNV di Kecamatan Candipuro dirinya bersama para tentara STBM telah berhasil membuat sebanyak 11 ribu septic tank resapan yang digunakan untuk instalasi pembuatan jamban sehat. Selain memberikan pelatihan dan cara pembuatan ia menyebut proses pembuatan dilakukan dengan cara gotong royong bahkan melibatkan Koramil terdekat.

Ia menyebut saat ini anggota relawan atau tentara STBM di Kabupaten Lampung Selatan berjumlah sekitar 2.600 pada tahun 2017 dengan fungsi dan tugas tentara STBM diantaranya mendampingi masyarakat dalam perubahan perilaku PHBS, monitoring pembangunan jamban sehat, penggerak gotong royong, tim reaksi cepat kebencanaan dan sumber informasi STBM di desa.

“Saat ini kami memiliki alat pencetak wc termasuk instalasi jamban sehat dan setiap warga bisa mencetak sendiri wc termasuk proses pembuatannya,” terang Muhbarudin.

Selain proses pembuatan jamban sehat tersebut diakuinya selain dilakukan pada setiap rumah tangga atau kepala keluarga proses pembuatan jamban sehat bisa dikerjakan untuk keperluan wc komunal. Selain bisa menekan biaya proses pembuatan jamban sehat proses pemberdayaan masyarakat tersebut sebagian memberi penghasilan pengrajin pencetak wc yang bisa dijual.

Komentar