Orientasi Siswa Angkat Konsep Halal Bi Halal

and
74

SEMARANG — Hari ini merupakan hari pertama masuk sekolah di daerah Jawa Tengah. Bagi siswa baru, hari pertama biasanya diisi dengan masa orientasi siswa. Karena masih dalam suasana Idul Fitri, SMP Islam Hidayatullah memiliki ide untuk mengangkat konsep halal bi halal di hari pertama masa orientasi siswa.

Kegiatan masa orientasi siswa dengan konsep halal bi halal ini tidak hanya untuk siswa baru kelas VII saja, melainkan juga melibatkan kelas VIII dan kelas IX. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid sekolah juga dihadiri oleh para guru dan karyawan sekolah.

Kegiatan halal bi halal diawali dengan perkenalan guru dan karyawan sekolah. Setelah perkenalan  siswa baru mendengarkan  tausiyah mengenai pentingnya silaturahmi, dan diakhiri dengan bersalam-salaman.

Salah seorang guru di SMP Islam Hidayatullah, Muhammad Fathoni, mengatakan sebenarnya masa orientasi kali ini bertujuan untuk pengenalan lingkungan sekolah. Namun karena momennya masih Idul Fitri, maka pihak sekolah berinisiatif untuk mengemas kegiatan pengenalan sekolah dengan konsep halal bi halal di hari pertama masuk sekolah.

Menurut Fathony budaya orientasi siswa di SMP Islam Hidayatullah sebenarnya tidak hanya untuk siswa kelas VII yang baru, tetapi juga untuk siswa kelas VIII dan kelas IX.  Hanya saja untuk Kelas VII berisi materi pengenalan sekolah, sedang kelas VIII dan kelas IX berisi materi pengantar kurikulum.

“Sehingga bukan hal yang baru bagi kami dalam mengadakan masa orientasi untuk semua siswa, hanya saja kali ini kami selipi dengan konsep halal bi halal sehingga semua siswa dan semua guru serta karyawan bisa dipertemukan dalam satu forum yang sama,” jelas Fathoni saat ditemui Senin, (17/7/2017).

Menurut Fathoni, sebelum acara halal bi halal, siswa baru diperkenalkan dengan budaya sekolah yaitu berzikir dan Salat Duha bersama. Setelah itu acara halal bi halal dimulai dengan perkenalan dan tausiyah mengenai pentingnya silaturahmi.

Tausiyah sengaja mengangkat tema pentingnya silaturhami, agar bersesuaian juga dengan kegiatan masa orientasi yaitu pengenalan warga sekolah kepada para siswa baru. Tujuan utama dari halal bi halal itu sendiri adalah untuk saling maaf memaafkan sebagai untuk dari habluminannas atau hubungan dengan sesama manusia.

Untuk siswa baru sendiri halal bi halal bisa dijadikan langkah awal untuk mengenal guru dan teman-temannya yang baru. Selain itu halal bi halal juga bisa menjadi pembiasaan kepada para siswa untuk selalu menjaga hubungan baik dengan manusia.

“Sebab manusia yang sempurna adalah manusia yang mampu menjaga hubungannya secara vertikal (dengan Tuhan) dan juga hubungannya secara horrizontal (sesama manusia.” imbuh Fathoni,

Salah satu siswa, Iffah Maelani, mengaku baru merasakan masa orientasi dengan konsep halal bi halal. Menurutnya, selain bisa mengenal satu sama lain antar warga sekolah, halal bi halal juga menjadi suatu kegiatan yang baik bagi sesama muslim untuk mempererat tali silaturahmi.

“Saya sangat senang bisa berkumpul bersama dengan semua warga sekolah dan bisa saling maaf-memaafkan, serta bisa juga saling berkenalan jika belum kenal. Teman saya semakin banyak, dan saya juga merasa ada keakraban antara saya dan guru-guru di sini,” kata Iffah.

Sementara itu, Fathoni berharap masa pengenalan lingkungan sekolah ini bisa menjadikan masing-masing siswa mengenal satu sama lain. Setelah saling mengenal, dirinya berharap tidak ada kesenjangan sosial antar siswa karena perbedaan ras, suku, maupun tingkat ekonomi.

Dengan penekanan pada materi silaturahmi, siswa diharapkan menjadikan perbedaan sebagai sesuatu yang saling melengkapi sehingga dapat tercipta sebuah keharmonisan.

 

Muhammad Fathoni/Foto: Khusnul Imanuddin.

 

Komentar