Panglima TNI Ingatkan Peran Penting Ulama dalam Kemerdekaan Indonesia

and
59
Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Para kiai, ulama dan santri memiliki peran yang sangat penting dalam memerdekakan dan menjaga kemerdekaan bangsa Indonesia. Bahkan mereka juga telah berjasa ikut andil dalam merumuskan Pancasila.

Hal tersebut disampaikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menghadiri acara Halal Bi Halal bersama para santri dan alumni Pondok Pesantren An-Nur 2 Al Murtadlo.

“Saya ingin mengingatkan bahwa yang mempersatukan para pejuang di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang bersifat kedaerahan adalah para ulama dan kiai,” ujarnya, Minggu (16/7/217).

Menurut Gatot, hal tersebut dibuktikan pada saat Sumpah Pemuda. Para kiai dan ulama bersatu menggelorakan jiwa nasionalisme para pemuda yang kebanyakan diisi oleh santri agar mau berjuang dalam satu wadah. Bahkan pada 1943 kiai serta ulama mendirikan tiga divisi untuk berjuang merebut kemerdekaan. Kiai dan ulama juga turut merumuskan proklamasi kemerdekaan serta UUD 1945 yang di dalamnya terdapat Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Tidak salah jika di dalam pembukaan UUD 1945 isinya adalah dengan berkat rahmat Allah. Karena memang kemerdekaan yang dirasakan saat ini merupakan rahmat dari Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia melalui perjuangan dari para kiai, ulama dan santri.

“Jadi kalau ada yang mengaku ulama, tapi kemudian mereka ingin mengubah Pancasila atau mendirikan negara Indonesia yang tidak berdasarkan ideologi Pancasila, maka ulama tersebut jangan dipercaya. Karena itu jelas bukan alam Indonesia tapi merupakan penyusup yang ingin merusak Indonesia,” tegas Panglima TNI. Setiap saat, lanjutnya, ancaman-ancaman semacam itu pasti ada baik dari aliran komunis maupun Islam garis keras. Oleh sebab itu harus tetap waspada.

Lebih lanjut Gatot juga mengingatkan bahwa para ulama dan kiai merupakan pelopor kemerdekaan bangsa Indonesia. Bukan hanya mewujudkan kemerdekaan, tetapi juga mempelopori dalam mempertahankan perjuangan bangsa Indonesia. Buktinya, yang berhasil membunuh Jenderal Mallaby adalah para santri, bukan TNI. Yang naik kemudian merobek bendera Belanda adalah santri, bukan TNI. Jadi, para ulama, kiai dan santri itulah yang merencanakan kemerdekaan, merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan.

“Maka kesimpulannya, TNI tidak akan sanggup melawan musuh untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tanpa ada dukungan dari ulama dan kiai serta santri,” pungkasnya.

Komentar