Penghasilan Menjanjikan, Jadi Alasan Pilih Jadi TKI

and
33
Zainudin saat menunjukkan paspor keberangkatannya kembali ke Malaysia sebagai TKI - [Foto : Turmuzi]

LOMBOK — Penghasilan menjanjikan, jadi alasan sebagian masyarakat Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri.

Zainudin, TKI asal Kabupaten Lombok Tengah mengatakan, dirinya sudah belasan tahun menjadi TKI ke Malaysia dan dalam beberapa hari ini akan berangkat kembali untuk bekerja di salah satu perusahaan kebun kelapa sawit setelah mengambil cuti lebaran.

“Saya jadi TKI ke Malaysia sudah sejak lama, tiga kali yang sekarang, pasalnya dari sisi penghasilan cukup menjanjikan, ditambah nilai tukar ringgit yang terkadang mahal setelah dirupiahkan” kata Zainudin di Lombok, Selasa (18/7/2017).

Apalagi saat sedang musim buah sawit selama tiga bulan ke depan, dalam sebulan ditambah gaji lembur dirinya bisa mendapatkan gaji perusahaan bisa mencapai 3.000 Ringgit.

Nilai tersebut, setara dengan sembilan juta rupiah dan musim buah seperti sekarang merupakan bulan paling menguntungkan bagi teman-teman TKI bisa mendapatkan keuntungan gaji besar.

“Dari hasil bekerja sebagai TKI saya bisa membangun rumah dan menyekolahkan anak yang tahun ini akan masuk salah satu Perguruan Tinggi Negeri di NTB,” kata Zainudin.

Multazam, warga Kabupaten Lombok Tengah lain menambahkan, sebagian warga kenapa banyak lebih memilih menjadi TKI, selain hasil menjanjikan juga karena di rumah tidak mau dikerjakan yang bisa menghasilkan, jangankan mau membangun rumah, mencukupi kebutuhan hidup keluarga saja sering mengalami kesusahan.

Kalaupun ada lahan pertanian yang dikerjakan, penghasilan didapatkan tidak menentu bahkan seringkali gagal panen. Seperti musim tanaman tembakau sekarang, mana modal digunakan juga terkadang berutang.

“Saya juga rencananya mau masuk lagi ke Malaysia untuk bekerja di kebun kelapa sawit dan saat ini sedang mengurus berkas dokumen keberangkatan, termasuk paspor,” terangnya.

Komentar