Potensi Kebakaran di Kota Batu Meningkat Tiap Tahun

87
Santoso Wardoyo, Kepala Bidang Operasional Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu. -Foto: Agus

BATU — Kecenderungan potensi kebakaran di Kota Batu, setiap tahunnya semakin bertambah. Hal ini mengingat pertambahan jumlah bangunan, kepadatan penduduk dan aktivitas pembangunan di Kota Batu juga semakin pesat, sehingga meningkatkan resiko terjadinya kebakaran.

“Jadi, untuk angka statistik kebakaran di Kota Batu, sejauh ini semakin tahun memang semakin meningkat dan ancamannya semakin beranekaragam,” jelas Kepala Bidang Operasional Kebakaran Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu, Santoso Wardoyo, Senin (17/7/2017).

Menurut Santoso, secara statistik sebenarnya Kota Batu tidak boleh melebihi 20 kejadian kebakaran dalam satu tahun. Tapi, kenyataannya dari tahun ke tahun jumlahnya justru bisa lebih dari 20 kejadian kebakaran. Contohnya, pada 2015 terjadi 30 kejadian kebakaran dan 20 kejadian di 2016. Jumlah tersebut sudah sangat melebihi yang seharusnya.

“Sedangkan pada 2017 hingga bulan Juli ini saja sudah tercatat 10 kejadian kebakaran,” ungkapnya.

Menurut Santoso, penyebab kebakaran di Kota Batu bervariasi, mulai dari listrik, elpiji, dan sebab lain seperti pembakaran sampah dan kelalaian. “Namun, penyebab kebakaran paling tinggi karena listrik dan elpiji,” ucpanya.

Lebih lanjut, Santoso menyebutkan, untuk saat ini personel pemadam kebakaran di Kota Batu hanya ada 30 orang, sedangkan staf pendukung dan yang lainnya berjumlah 50 orang.

“Jadi, dari jumlah personel tersebut memang secara standar masih sangat kekurangan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif,” akunya.

Tapi, lanjut Santoso, ke depan hal itu akan selalu dibenahi agar bisa mengantisipasi dan meminimalisir resiko yang terjadi akibat kebakaran.

Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu, sampai saat ini telah memiliki 3 unit mobil pompa, 1 unit mobil tangga dan 1 unit mobil rescue.

“Untuk tahun ini kami telah memiliki 1 unit mobil tangga yang bisa menjangkau ketinggian hingga 24 meter. Dan mobil tersebut baru satu-satunya di Malang Raya,” pungkasnya.

Komentar