Rendang dan Kuliner Khas Indonesia Diserbu Pengunjung Jerman

189
Rendang - Ilustrasi

LONDON — Sajian sate ayam, rendang, bakmi goreng, risoles,dan aneka sambal menjadi sajian yang menarik pengunjung di stand Indonesia dalam acara Kultural Internasional di kota Lauchringen, Provinsi Baden Wurttemberg, Jerman Selatan.

Malam Kultural Internasional untuk pertama kalinya diikuti “Gerakan Kebaikan Indonesia (GKI)” divisi luar negeri Jerman meramaikan acara yang berlangsung di kota Lauchringen, Provinsi Baden Wurttemberg Jerman Selatan, demikian Koordinator GKI Jerman, Eva Reinhard, kepada Antara London, Selasa.

Dikatakannya, malam acara kebudayaan internasional setiap dua tahun oleh Lauchringer Handels- und Gewerbekreise.V merupakan kegiatan besar yang ketiga kalinya.

“Kami berusaha maksimal melakukan ‘soft diplomasi’ melalui budaya dan kuliner Tanah Air kepada masyarakat lokal, agar nama Indonesia semakin dikenal di dunia internasional, khususnya di negara Jerman.

Festival internasional diikuti 23 negara, menjadi impian, masyarakat Indonesia yang menetap di luar negeri.

“Senang sekali akhirnya impian tersebut terwujud,”ujarnya.

Sajian sate ayam, rendang, bakmi goreng, risoles, acar dan aneka sambal khas Indonesia menarik pengunjung rela antri. Mereka sangat antusias, bahkan ada dari beberapa pengunjung mempraktekkan Bahasa Indonesia- nya dan tentu saja menjadi kebanggan tersendiri untuk teman-teman GKI.

Disamping hidangan kuliner, persembahan musik tradisional angklung dari Group Angklung Pada Suka Zurich, juga tarian Bali oleh Nyoman Hartini Rutzer persembahan memukau pengunjung.

Lagu-lagu Indonesia yang dibawakan group Angklung membuat kebahagiaan tersendiri bagi panitia Indonesia.Begitu juga tarian Bali. Perasaan bangga menghadirkan mereka untuk tampil ke salah satu dari tiga panggung memperkenalkan aneka kekayaan budaya. Diharapkan Gerakan Kebaikan Indonesia akan dapat mengharumkan nama Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk terus menjadi perpanjangan tangan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri, melalui ‘soft diplomasi’ ,” ujar Eva Reinhard menyebutkan acara terselenggara berkat bantuan teman-teman yang ingin memajukan Indonesia. [Ant]

Komentar