Sejumlah Kesenian Tampil di PKB

252

DENPASAR  – Sejumlah kesenian memeriahkan acara Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39.  Salah satunya adalah duta kesenian dari Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, menampilkan sejumlah kesenian tradisional daerah setempat untuk memeriahkan Pesta Kesenian Bali ke-39 tersebut.

“Kali ini penampilan kami yang kedua, kami sudah pernah ikut di PKB pada 2013,” kata Pimpinan Sanggar Tari Tingang Menteng Pahunjung Tarung Kabupaten Kapuas, Erliansyah Narpan M Apoi di sela-sela pementasan itu, di Taman Budaya Denpasar, Jumat.

Pihaknya sangat senang diberi kesempatan untuk tampil kembali karena PKB merupakan salah satu kegiatan budaya favorit bagi daerahnya.

“Lewat kerja sama budaya ini, saya harap bisa sama-sama lebih maju dan lestari. Kami melihat Provinsi Bali ini sangat luar biasa di bidang pariwisata. Harapan kami, bisa seperti Bali,” ujarnya.

Tim kesenian Kabupaten Kapuas dalam pementasan itu membawakan Tari Manggatang Utus Budaya Huma Betang, seni tutur Karungut, dan Tari Penyang Pangarasang Belum.

“Yang kami tampilkan ini memang menjadi adat dan budaya di Kapuas, yang biasa ditampilkan sebagai sarana hiburan,” ucap Erliansyah.

Tari Manggatang Utus Budaya Huma Betang ini menggambarkan kebulatan tekad dan semangat muda-mudi Dayak Ngaju dalam mengangkat dan melestarikan seni budaya Rumah Betang sebagai warisan nenek moyang yang harus dijaga agar tidak hilang oleh kemajuan zaman.

Sedangkan Tari Penyang Pangarasang Belum menggambarkan kehidupan masyarakat Suku Dayak Ngaju dalam meneladani nilai-nilai kehidupan sebagai warisan budaya yang patut dijunjung tinggi sebagai kearifan lokal budaya yang mencerminkan karakter sejati Suku Dayak Ngaju.

Hal ini didasari oleh krisisnya semangat muda-mudi dewasa ini dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan, sehingga menjadi motivasi utama untuk mengembalikan rasa cinta budaya dan tanah air agar tetap kokoh.

Sementara Karungut merupakan seni tutur Suku Dayak Ngaju yang berisi tentang pesan positif dalam kehidupan dan pembangunan. Karungut pada 2013 juga mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai Warisan Dunia Non-Benda milik Kalimantan Tengah.

Pementasan dari seniman Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah itu mendapat apresiasi dari penonton di PKB hingga pertunjukan selesai. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...