Tarian Caci Sambut Peserta Tour de Flores 2017 di Borong

and
224
Para penari Caci yang sedang unjuk kebolehan saat menyambut peserta Tour de Flores di Golokarot Borong. Foto : Ebed de Rosary

BORONG – Tarian Caci yang merupakan tarian tradisional Manggarai yang sering dipentaskan dalam setiap kegiatan pesta adat atau seremonial adat juga dilakukan pada hari-hari besar seperti menyambut tamu dan lainnya, juga ditampilkan dalam menyambut peserta Tour de Flores 2017 di Borong, Senin (17/7/2017) sore.

Bupati Manggarai Timur Yosef Tote. -Foto: Ebed de Rosary

Para penari dalam tarian Caci saling bergantian mencambuk menggunakan kulit kerbau yang dikeringkan, yang dinamakan Kalus atau Larik, sementara alat penangkis semacam Tameng yang dinamakan Nggiling atau Toda dan juga Koret, sebuah kayu lengkung yang terbuat dari ujung bambu.

Menurut Galus Ganggus, tarian Caci merupakan tarian tradisional masyarakat Manggarai yang hanya dimainkan oleh laki-laki. “Para perempuan hanya menari di sekeliling lingkaran untuk menyemangati para penari caci yang saling mencambuk,” ujarnya.

Para pemain Caci tersebut menggunakan kain songke, destar atau ikat kepala dan panggal, semacam helm untuk penutup kepala yang terbuat dari kulit kerbau dan berbentuk seperti mahkota. “Panggal ini berfungsi untuk menutupi kepala para pemain Caci, agar tidak terkena sabetan atau melindungi bagian muka dari para penari Caci,” ungkapnya.

Bupati Manggarai Timur, Yosef Tote, saat ditemui Cendana News di Borong, Ibukota Manggarai Timur, Senin (17/7/2017), mengaku senang dengan adanya Tour de Flores yang menyinggahi Borong di tahun kedua.

Yosef berharap dengan adanya kegiatan balap sepeda ini bisa mempromosikan pariwisata Manggarai Timur ke dunia luar, agar masyarakat dunia bisa mengenal dan mampir ke Manggarai Timur untuk menikmati obyek wisata yang ada.

“Dengan adanya even Tour de Flores, di Pantai Cepi Watu sudah banyak usaha-usaha kecil milik masyarakat, sehingga bisa menghidupkan perekonomian warga lokal,” tuturnya.

Pemda Manggarai Timur, lanjut Yosef, juga melakukan percepatan pembangunan berbagai obyek wisata agar saat even Tour de Flores dan hadirnya wisatawan domestik dan mancanegara obyek wisata yang diunggulkan bisa dinikmati.

Pemda Manggarai Timur juga sedang mempersiapkan peraturan daerah terkait desa adat, agar karena dengan adanya desa adat pranata sosial yang telah terbina tetap lestari dan bisa ditanamkan kepada generasi muda.

“Kita ingin menghidupkan desa adat, agar pranata sosial yang terbentuk bisa terjaga dan juga menghidupkan semangat kerja keras, gotong-royong dan saling membantu antar sesama masyarakat,” paparnya.

Para penari perempuan sedang menari dan menyemangati para laki-laki penari Caci. -Foto: Ebed de Rosary

Komentar