Tekan Harga, Jayawijaya Harapkan Tol Udara Segera Terealisasi

76
Ilustrasi/Foto: Dokumen CDN.

TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua masih menunggu realisasi program tol udara yang direncanakan pemerintah guna menekan harga barang kebutuhan pokok yang masih sangat mahal di wilayah pedalaman Papua.

Wakil Bupati Jayawijaya John Richard Banua yang dihubungi dari Timika, Selasa (18/7/2017), mengatakan program tol udara atau jembatan udara sangat dibutuhkan oleh masyarakat Pegunungan Tengah Papua agar harga barang kebutuhan pokok yang selama ini sangat mahal bisa diturunkan.

“Kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan kementerian dan lembaga terkait di Jakarta untuk membicarakan program ini. Kami harapkan program tol udara segera direalisasikan tahun ini agar bisa membantu masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah Papua,” kata John.

Menurut dia, Kementerian Perhubungan selama ini lebih fokus memberikan subsidi penerbangan perintis ke wilayah pedalaman Papua guna membuka isolasi wilayah.

Namun hal itu, katanya, kurang bermanfaat untuk menekan harga barang kebutuhan pokok masyarakat yang sangat mahal di wilayah pedalaman Papua.

“Subsidi penerbangan perintis itu memang sangat bermanfaat untuk menekan harga tiket penerbangan masyarakat ke pedalaman Papua. Tapi yang sangat dibutuhkan masyarakat yaitu adanya subsidi penerbangan untuk angkutan kargo barang dari Timika ke Wamena atau dari Jayapura ke Wamena,” jelasnya.

Ia mengatakan, jika harga barang kebutuhan pokok masyarakat di Wamena sudah bisa diturunkan mendekati harga di Timika atau Jayapura, maka secara otomatis harga barang-barang kebutuhan pokok di berbagai kabupaten tetangga Kabupaten Jayawijaya bisa ditekan.

“Kami terus menunggu kapan program tol udara ini bisa direalisasikan oleh Kementerian Perhubungan dan kementerian terkait mengingat ini program Bapak Presiden Joko Widodo. Kami di daerah siap mendukung kerja sama melaksanakan program tol udara ini karena manfaatnya sangat besar untuk membantu masyarakat di pedalaman Papua,” kata John.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengucurkan subsidi untuk pelaksanaan program tol udara tahun ini sebesar Rp21 miliar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso dalam diskusi di Jakarta, Rabu (8/3), mengatakan tol udara tersebut nantinya akan menunjang program tol laut yang sudah berjalan sejak 2015.

Program tol laut hingga kini baru menyentuh wilayah pesisir di Papua seperti Timika dan Sorong.

Agus mengatakan, untuk tahap pertama program tol udara akan terfokus di wilayah pegunungan Papua seperti Wamena, Timika, Yahukimo, Ilaga, dan Merauke.

“Tol udara akan kita kembangkan jauh dari pusat, terutama Papua. Kita tahu begitu ada tol laut harga turun 20 persen, tapi itu di pesisir saja, ke dalamnya disparitas harga masih ada, karena itu kami bagikan atau distribusikan kargo dengan pesawat terbang,” ujarnya.

Direktur Angkutan Udara Kemenhub Maryati Karma mengatakan untuk tahap pertama uji coba dipusatkan di tiga tempat, yaitu Wamena, Timika, dan Dekai.

“Nanti dari Timika ke empat lokasi, Dekai dan Wamena juga sama ke sejumlah lokasi,” jelasnya.

Subsidi senilai Rp21 miliar tersebut akan disesuaikan dengan penambahan trayek ke depannya.

“Kalau ini berhasil, kami tambah tahun depan, kami tidak bisa memberikan dana besar ternyata tidak efisien,” kata Maryati.

Sedangkan operatornya, Maryati akan melakukan lelang kepada maskapai-maskapai swasta.

“Penunjukan langsung ‘kan harus BUMN, nanti jenis pesawatnya disesuaikan, seperti propeller atau baling-baling atau ATR, helikopter juga bisa kalau bisa mengangkut hingga 1,2 ton kargo,” jelas Maryati. [Ant]

Komentar