Busana Pernikahan di Sudan Mirip dengan Minang

298
Hasan Syarif saat memoto rekannya di atas pelaimanan yang mengenakan pakaian pernikahan adat Minang/Foto: M. Noli Hendra.
PADANG — Kegiatan pertemuan ulama dunia di Kota Padang, Sumatera Barat, tidak hanya untuk memperkuat hubungan antara sesama umat muslim di dunia. Ternyata, ada negara yang ternyata secara pakaian adat dalam pernikahan, mirip dengan pakaian pada budaya Minangkabau.
Staf Kedutaan Besar Sudan untuk Indonesia, Hasan Syarif mengatakan warna pakaian dan beberapa aksesoris yang digunakan dalam pernikahan di Minang, ada yang mirip dengan pakaian di Negara Sudan.
“Di Minang warna pakaian pernikahannya merah bercampur emas. Kita di Sudan, juga menggunakan warna pakaian yang sama. Baik itu untuk pakaian wanita (anak daro) , maupun untuk pakaian prianya (marapulai),” katanya di Padang, usai membantu rekannya mengenakan pakaian marapulai, Senin (17/7/2017).
Hanya saja, di Sudan untuk mampelai wanitanya tidak mengenakan sunting, tapi mengenakan kerudung yang waranya perpaduan merah dan emas, lalu di tangannya ada ukiran inai. Sedangkan untuk mempelai wanitanya, juga mengenakan warna pakaian yang sama dengan Minang, yakni merah berpaduan emas. Tapi, warna putih untuk bajunya lebih khas sesuai dengan budaya di Sudan, dan akeseris yang digunakan ialah tasbih dan kopiah khas Sudan.
Para ulama dunia berfoto di pelaminan adat Minang di Padang/Foto: M. Noli Hendra
“Di Minang dari informasi yang saya dapat, mempelai pria nya mengenakan tongkat dan keris. Di Sudan, tidak ada pakai tongkat dan keris, tapi tasbih yang dikalungkan ke leher pria nya,” jelas Hasan.
Sementara, terkait pelaminan, antara Minang dan budaya di Sudan ada kemiripan dari segi warnanya. Hanya saja, desain pelaminan atau panggungnya saja yang berbeda. Melihat adanya kemeripakan budaya dalam pakaian pernikahan itu, Hasan mengaku sangat suka dengan bentuk dan aksesoris yang digunakan pakaian Minang itu.
“Saya lihat, Asia Tenggara ada kemiripan kebudayaan antara negaranya. Tapi, di Indonesia sendiri lebih spesial,” ucapnya.
Sementara Uda/Uni Kota Padang, Uni Sandra mengatakan, cukup ramai pelaminan pernikahan adat Minangkabau didatangi oleh para peserta pertemuan ulama dunia tersebut. Rata-rata, setiap mereka yang datang, mencoba mengenakan pakaian marapulai, dan duduk di atas pelaminan, serta mengadikan momen dengan berfoto.
“Kebanyakan dari mereka bertanya beberapa hal aksesoris yang digunakan, seperti kenapa harus pakai tongkat, pakai keris, dan kenapa warna pakaiannya merah dan emas. Dari mereka mengaku, sangat suka dengan khas pakaian pernikahan adat Minang,” tambahnya.
Hasan Syarif saat memperlihatkan pakaian mempelai wanitas khas Sudan melalui gadget/Foto: M. Noli Hendra

Komentar