Tiongkok Mengaku Sulit Kirim Tenaga Kerja ke Indonesia

and
57
Wang Li Peng, saat memberikan pidato sambutan. -Foto: Eko

JAKARTA — Pertemuan antara delegasi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan delegasi Pemerintah Indonesia, khususnya yang membahas seputar kerjasama terkait penggunaan tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Indonesia, hingg saat ini masih terus intensif dilakukan oleh kedua negara.

Untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut, hari ini Kedutaan Besar RRT bersama China Chamber of Commerce in Indonesia menyelenggarakan seminar ‘Kebijakan dan Prosedur Penggunaan Tenaga Asing di Indonesia’ di Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Hadir dalam pertemuan tersebut masing-masing perwakilan kedutaan besar RRT untuk Indonesia, Wang Li Ping, perwakilan delegasi Indonesia diwakili oleh Rizal Affandi Lukman, Deputi Kerjasama Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

Saat menyampaikan pidato singkatnya, Wang Li Ping menjelaskan, bahwa hubungan bilateral kedua negara (Indonesia-RRT) cenderung terus mengalami peningkatan, khususnya dari sisi investasi. Menurut Wang Li Ping, hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya nilai investasi RRT di Indonesia. Dirinya mengatakan ada beberapa proyek-proyek strategis di Indonesia yang merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Tiongkok.

Wang Li Ping mengatakan, kerjasama dan persahabatan antara kedua negara yaitu Indonesia dan RRT selama ini berjalan dengan baik, hal tersebut bisa dilihat dari semakin besarnya nilai investasi RRT di Indonesia, di mana Indonesia hanya kalah dari Singapura dan Jepang, namun sayangnya hingga saat ini banyak perusahaan-perusahaan asal China di Indonesia merasa kesulitan mendatangkan atau mengirimkan tenaga kerja asal China ke Indonesia.

Wang Li Ping, berharap terkait dengan masalah pengiriman tenaga kerja asing asal Tingkok ke Indonesia tersebut ke depan hendaknya dapat menjadi perhatian serius dari Pemerintah Indonesia. Walaupun sebagian besar perusahaan-perusahaan asal China menggunakan tenaga kerja asal Indonesia, namun bagaimanapun mereka tetap membutuhkan tenaga kerja dari China untuk beberapa proyek-proyek strategis di Indonesia.

Komentar