Walkot Banjar: Pangan Lokal Harus Diperkuat

109
Walikota Banjar, DR Hj Ade Uu Sukaesih, S.Ip. M.Si., saat kegiatan Rakor Ketahanan Pangan. -Foto: Baehaki

BANJAR – Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, menggelar rapat bersama sejumlah instansi terkait guna membahas ketahanan pangan daerah. 

Walikota Banjar, DR. Hj. Ade Uu Sukaesih, S.Ip., M.Si., mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat Provinsi dan tingkat Nasional, terkait permasalahan pangan.

Ade Uu mengatakan, ketahanan pangan bukan hanya karena ketersediaan pangan yang tersedia di daerah tersebut, tetapi bagaimana keinginan masyarakat dari usia dini mengkonsumsi pangan lokal tersebut, hingga bisa diolah untuk dijual, sehingga bisa meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Pangan ini jangan hanya dimaknai sekedar untuk beras dan daging, tapi juga yang lebih utama bagaimana ketahanan pangan ini, menjadi jaminan kepada masyarakat pada kondisi tertentu tidak habis,” ujarnya.

Karena itu, makanan lokal seperti ubi-ubian, jagung, dan pangan lainnya juga harus diperkuat untuk menjaga ketersediaan dan keamanan pangan.

“Paling tidak, bila masyarakat tidak ada beras, masyarakat bisa mengkonsumsi makanan lain seperti ubi-ubian, jagung, dan pangan lainnya, sehingga kita harapkan masyarakat tertarik akan makanan tersebut, sehingga tidak sampai menimbulkan kerawanan pangan,” katanya.

Begitu juga dengan jajanan anak sekolah yang dikonsumsi terjamin bisa aman, sehingga bukan hanya sekedar disuguhkan, tetapi itu akan menjadi perhatian.

Rapat koordinasi ketahanan pangan tingkat Kota Banjar, Jawa Barat, dihadiri oleh unsure terkait di Pemkot Banjar, di antaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar, Aswin, MP., Ketua KTNA Kota Banjar, DR. dr. H. Herman Sutrisno, MM, para Kepala SKPD, para Lurah dan Kades, Unsur TNI dan Polri, serta tamu undangan lainnya.

Komentar