110 Perguruan Tinggi Ikuti Penguatan Pendidikan Pancasila

85

BOGOR — Sebanyak 110 perguruan tinggi negeri dan swasta dari Aceh sampai Papua mengikuti peluncuran Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/8/2017).

Ketua Panitia Program Penguatan Pendidikan Pancasila, Syahril Chaniago, menyebut kegiatan diikuti mahasiswa dan dosen dengan jumlah 650 orang, terdiri atas 540 mahasiswa dan 110 dosen.

“Acara berlangsung selama dua hari, khusus hari ini kegiatannya pendekatan antara akademisi dengan pimpinan negara,” katanya.

Ia menyebutkan hari pertama, Jumat (11/8), acara diisi dengan kegiatan peluncuran Pancasila, diskusi tentang Pancasila, dan nonton film dokumenter tentang Indonesia.

“Kegiatan di Istana lebih santai, diawali olahraga bersama, lalu kunjungan keliling Istana bersama Presiden,” katanya.

Kegiatan pada Sabtu, antara lain dihadiri Menristekdikti Muhammad Nasir, menteri terkait, Presiden Kelima RI Megawati Soekarno Putri, Wakil Presiden Keenam Tri Sutrisno, dan sejumlah tokoh agama maupun kepala daerah.

Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto menilai program penguatan pendidikan Pancasila agus untuk merasakan kebersamaan persatuan dan kesempatan belajar mendalami pergulatan pendiri bangsa dalam membangun dasar-dasar negara.

“Kegiatan, bagus sekali, dengan para mahasiswa seluruh Indonesia berkumpul, merasakan kebersamaan persatuan dan esensi kesempatan belajar mendalami bagaiman para ‘founding father’ berdiskusi, menyampakan pandangannya sampai lahirnya pancasila,” kata Herry.

Ia mengatakan proses perumusan Pancasila sampai ada perubahan dilaksanakan dengan dinamis, hasilnya adalah eksplor intelektualitas objektivitas, dalam bingkai NKRI.

“Ini memperlihatkan pemikiran sangat mendasar, caranya para pendahulu pemimpin bangsa menemukan rumusan Pancasila, perlu diteladani, bagiamana mereka menyampaikan pemikiran. Semangat ini diperlukan semangat ekplorasi,” katanya.

Menurut Herry, target yang ingin dicapai dari kegiatan itu, adalah bagaimana akademisi menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, menyiapkan bangsa menghadapi tantangan perubahan yang terus berlangsung demkiaan cepat.

“Kegiatan ini baru peluncuran, rencananya akan berlanjut, membangun kesadaran melalui acara seremoni tingkat Istana, ke depannya menumbuhkan nasionalis secara subtansi,” kata Herry.[Ant]

Komentar