BPBD Lebak Imbau Warga untuk Cegah Kebakaran Hutan

64
Kebakaran hutan. -Dok: CDN

LEBAK — Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Banten, Kaprawi mengimbau warga tidak membuang puntung rokok di kawasan hutan menyusul terjadi kekeringan di 14 kecamatan di daerah itu.

“Kami sudah menyampaikan peringatan pencegahan kebakaran hutan dan permukiman penduduk kepada aparat desa agar mewaspadai kebakaran hutan,” kata Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Sabtu (12/8/2017).

Selama ini, Kabupaten Lebak dipetakan sebagai daerah rawan kebakaran kawasan hutan dan permukiman penduduk.

Biasanya, kebakaran itu terjadi pada musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan.

Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok di semak belukar kawasan hutan yang kondisinya kekeringan mudah terbakar.

Apalagi, Kabupaten Lebak memiliki kawasan hutan terluas di Provinsi Banten, diantaranya hutan konservasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), hutan lindung di kawasan tanah hak ulayat Badui juga hutan produktif milik masyarakat.

Selain itu juga warga yang membuka kawasan hutan menjadi kebun ladang agar limbah sampah rerumputan tidak dibakar.

Sebab, jika dibakar dikhawatirkan api meluas,vterlebih angin cukup tinggi.

“Kami mengimbau warga tidak membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan juga tidak membakar gulma sampah di kebun,” ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, saat ini sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak mulai memasuki musim kemarau yang mengakibatkan terjadi kekeringan,terutama kawasan hutan yang terdapat gulma-gulma tanaman rerumputan.

Umumnya, tanaman gulma rerumputan itu mengering akibat kemarau sehingga mudah terbakar jika terdapat api puntung rokok.

Begitu juga masyarakat yang tinggal sekitar kawasan hutan agar menjaga kelestarian lahan dan alam sehingga tidak terjadi kerusakan.

Sebab, eksosistem dan habitat di kawasan hutan terdapat populasi binatang dan tumbuhan yang dilindungi.

“Kami berharap masyarakat dapat mencegah kebakaran hutan dan kebakaran permukiman,” katanya.

Kaprawi mengatakan selama ini kebakaran yang terjadi di permukiman akibat lupa mematikan lampu tempel juga meninggalkan tungku yang berapi dan terdapat kayu bakar tidak dipadamkan.

Selain itu juga akibat arus pendek aliran listrik, sehingga memicu percikan api.

Begitu juga kebakaran hutan akibat membakar hutan belukar juga membuang puntung rokok.

“Kami minta masyarakat dapat meningkatkan pencegahan kebakaran selama musim kemarau,” katanya menjelaskannya.[Ant]

Komentar