Luar Biasa, NPL Tabur Puja di Sumbar Hanya di Bawah Tiga Persen

149
General Manager PMU Tabur Puja Ir. Karel Palallo/Foto: M Noli Hendra

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Tim dari Project Management Unit Micro Finance (PMU Tabur Puja) pusat melakukan monitoring dan sekaligus melakukan evaluasi terhadap sejumlah Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di Sumatera Barat (Sumbar).

General Manager PMU Tabur Puja Ir. Karel Palallo, M.M mengatakan dari hasil monitoring itu ada sebuah eveluasi bagi Posdaya, agar apa yang diharapkan oleh Yayasan Damandiri untuk membantu masyarakat yang kurang mampu atau pra sejahterah bisa terwujud.

Ia menyebutkan, meskipun secara umum Posdaya yang ada di Sumbar yakni di Kabupaten Solok dan Kota Padang terbilang cukup bagus, namun soal evaluasi juga perlu dilakukan, supaya kinerja Posdaya terus mengalami peningkatan.

“Untuk menyalurkan skim Tabur Puja ini kita bekerjasama dengan Koperasi, seperti di Solok kita bekerjasama dengan Koperasi KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok dengan jumlah Posdaya 25, dan Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang di Kota Padang ada 46 Posdaya. Jadi kita perlu melihat perkembangan Posdaya ini,” katanya di Padang, Sabtu (12/8/2017).

Menurut Karel Palallo, setelah melakukan kunjungan ke sejumlah Posdaya baik itu di Kabupaten Solok maupun di Kota Padang, persoalan yang ditemukan terkait adanya tunggakan dari masyarakat terhadap pinjaman ke Tabur Puja.

“Sehingga solusi yang kita berikan ialah, seperti memberikan keringanan terkait tunggakan itu, dan soal bagaimana prosedurnya nanti dari masing-masing Koperasi yang menentukannya,” ucapnya.

Karel juga mengatakan, selain kunjungan silaturahmi yang dilakukan di Sumbar selama tiga hari ini, juga melakukan dialog dengan anggota Posdaya, guna mengetahui kondisi pengelolaannya. Namun ia menilai secara umum, melihat pada perkembangan pengelolaan, baik ditingkat Koperasi dan Posdaya pada umumnya berjalan dengan baik dan lancar.

“Saya lihat, dengan adnaya Unit Tabur Puja pada setiap Posdaya itu, telah berkembangan sangat bagus, seperti cukup banyak juga tumbuh usaha kecil dari masyarakat yang pra sejahtera tersebut. Bagus menurut saya, ketika dilihat dari simpan pinjam anggota di Posdaya,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pertumbuhan yang positif itu terlihat pada besarnya jumlah sumber simpan pinjaman masyarakat ke Tabur Puja. Seperti halnya ada sebanyak Rp4,2 miliar pinjaman yang di salurkan oleh Yayasan Damandiri, Rp1,6 miliar nya sudah bersumber pada simpan pinjam. Karel melihat hal itu, karena simpatisan anggota untuk mengukuti Tabur Puja sangat bagus.

“Skim Tabur Puja tidak memiliki jaminan atau anggunan, sehingga dengan hadirnya Tabur Puja, sangat memudahkan anggota mendapatkan pinjaman untuk modal usaha. Karena kalau masyarakat seperti yang pra sejahtera akan kesulitan untuk mendapatkan pinjaman ke pihak perbankan. Yang namanya masyarakat pra sejahtera, tentunya soal angunan akan sulit diberikan, karena bagi mereka ialah bisa diberikan kepercayaan untuk mendapat pinjaman modal usaha,” ungkapnya.

General Manager PMU Tabur Puja Ir. Karel Pall bersama Supervisi PMU Tabur Puja Area V Sumatera saat mendatangi Posdaya Mulus, Jalan Chaniago RT 2 RW 1, Kelurahan Kampuang Baru Nan XX, Kota Padang/Foto: M Noli Hendra

Karel juga menegaskan, dengan adanya kepercayaan yang diberikan Tabur Puja untuk masyarakat pra sejahtera yang menginginkan mendapatkan pinjaman modal usaha, tidak membuat tunggakan hutang atau tingkat NPL hanya di bawah tiga persen. Artinya pengembalian pinjaman telah mencapai 97 persen. Kondisi yang demikian sudah cukup bagus dan bisa dimaklumi, karena nasabah dari Tabur Puja sendiri ialah masyarakat yang pra sejahtera.

“Yang terpenting sekarang ialah Yayasan Damandiri bisa membantu masyarakat agar perekonomian kehidupannya bisa lebih baik,” harapnya.

Komentar