Pabrik Mie Lethek Pernah Jadi Markas Pak Harto

840
Titiek Soeharto saat mengunjungi pabrik pembuatan mie tradisional khas Bantul, Mie Lethek.(Kika: Yasir Feri Ismatrada, Bupati Bantul Suharsono, Titiek Soeharto) –Foto: Jatmika

YOGYAKARTA – Di sela kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, ditemani Bupati Bantul, Suharsono, Titiek Soeharto, berkeliling melihat secara langsung satu persatu proses pembuatan mie tradisional, mie lethek, favorit Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, yang mendunia itu. 

Titik Soeharto bahkan sempat kaget dan tak menyangka, jika pabrik yang berdiri sejak 1940an di Dusun Bendo, Trimurti, Srandakan, Bantul, itu pernah digunakan Pak Harto, ayahnya, untuk bersembunyi saat perang agresi militer II melawan penjajah Belanda, sebelum peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

“Dulu sebelum serangan 6 jam di Yogyakarta, Pak Harto dan pasukannya pernah bermarkas dan bersembunyi dari kejaran pasukan Belanda di sini,” ujar pemilik sekaligus penerus pabrik Mie Lethek Garuda, Yasir Feri Ismatrada, Selasa (8/8/2017).

“Wah, saya malah baru tahu,” ujar Titiek Soeharto, saat mendengar cerita Yasir.

Pabrik kuno Mie Lethek cap Garuda itu memang didirikan oleh Kakek Yasir, seorang pengusaha keturunan Arab yang menikah dengan wanita keturunan Tionghoa. Pabrik seluas kurang lebih 2000an meter persegi itu berdiri sejak 1944 dan memproduksi mie tradisional dari bahan utama ketela.

Hingga saat ini, setelah 73 tahun lebih, kondisi bangunan pabrik masih tak banyak berubah. Hampir seluruh proses pembuatan mie pun masih dilakukan secara tradisional sebagaimana saat awal pabrik itu didirikan. Selain mengandalkan alam dan tenaga manusia, proses pembuatan mie juga masih dibantu tenaga hewan, yakni sapi.

“Di Bantul pabrik mie seperti ini hanya tinggal 2 saja yang masih bertahan,” ujar Yasir, menjelaskan.

Seusai berkeliling dan melihat proses pembuatan mie secara langsung di pabrik kuno tersebut, Titiek Soeharto menyempatkan diri untuk mencicipi Mie Lethek. Meski berkali-kali berpesan, agar pihak pengelola memperhatikan kebersihan pabrik agar lebih higienis, Titiek Soeharto nampak menikmati mie ketela tersebut. “Enak sekali,” ujarnya.

Komentar