10 Hari Terakhir, Donasi untuk Rohingnya Terkumpulkan Rp72,5 Juta di Sumbar

and
58
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit memperlihatkan print buku tabungan Sumbar Peduli Rohingnya/Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Sejak diumumkannya donasi Sumbar untuk Rohingnya melalui rekening bank di Padang, dan hingga 10 hari berjalannya, uang sudah masuk mencapai Rp72,5 juta. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga ditutupnya donasi tersebut.

Kepala Biro Bina Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat Setdaprov Sumbar, Syahril B mengatakan, hingga kini belum ditentukan kapan donasi untuk Rohingnya itu akan ditutup. Akan tetapi ia menyatakan, apabila dana yang terkumpul dinilai jumlah yang cukup, maka Pemprov Sumbar akan menyalurkan dana tersebut.

Kepala Biro Bina Sosial Setdaprov Sumbar, Syahril B/Foto: M. Noli Hendra

“Terhitung pukul tiga siang tadi, sudah mencapai Rp72,5 juta. Kita harapkan terus bertambah, ini bentuk kepedulian kita dalam tragedi kemanusiaan Rohingnya,” katanya, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, untuk mendapatkan sumbangan dana yang lebih banyak lagi, pihaknya juga telah mensosialisasikan ke Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumbar, dengan harapan para ASN merasa terpanggil turun membantu muslim Ronghinya.

“Sampai sekarang kita masih mensosialisasikannya, tentunya kita berharap jumlah yang ada saat akan bertambah,”sebutnya.

Sebelumnya, Wagub Sumbar, Nasrul Abit menyatakan, untuk menunjukan kepedulian pada tragedi kemanusiaan di Myanmar, Pemprov Sumbar membuka rekening donasi untuk menghimpun dana. Rekening yang diberi nama “Sumbar Peduli Rohingnya” dengan nomor 2101.0210.05697-2 di Bank Nagari. Rekening itu dibuka sejak Senin tanggal 4 September 2017.

“Ini merupakan kepedulian kepada sesama dengan mengajak ASN, relasi pemerintahan dan masyarakat untuk menyisihkan rezeki guna membantu. Kami langsung membuka rekening untuk pengumpulan donasi tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, untuk membantu muslim di Rohingnya tidak cukup dengan doa dan kencaman-kencaman semata, akan tetapi perlu adanya aksi nyata.

“Semua orang di Sumbar saya ajak untuk membantu muslim di Rohingnya. Selain membantu dengan doa, mari ikut membantu secara materi. Tidak hanya untuk para Aparatur Sipil Negara, tetapi semua elemen masyarakat yang merasa peduli dengan kondisi krisis kemanusiaan di Myanmar,” tegasnya.

Ia menilai, krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya Myanmar sudah melampaui batas dari kewajawaran cara hidup antara umat beragama. Nasrul mengaku ikut prihatin dan berduka terhadap kejadian kejahatan pemerintah Myanmar terhadap masyarakat muslim Rohingnya.

“Saya berharap peran pemerintah pusat melalui Menteri Luar Negeri untuk melakukan hal-hal pembicaraan diplomatis dengan pemerintah Myanmar, agar kondisi masyarakat muslim di sana dapat kembali hidup normal seperti sedia kala,” ucapnya.

 

Komentar