Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

488
Pendaki sedang menunjukan aktivitas dari puncak Gunung Agung /Foto: Ist

DENPASAR — Masyarakat Bali beberapa jam belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya video aktifitas Gunung Agung di Bali yang menunjukkan peningkatan aktivitas.

Dalam video yang beredar di media sosial terlihat beberapa pendaki sedang menjelaskan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas vukanologi serta suara gemuruh dari dalam gunung.

Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa/Foto: Dok Sultan Anshori

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Karangesem, Ida Bagus Arimbawa saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon Rabu malam, (13/9/2017) membenarkan terkait adanya peningkatan aktivitas di gunung terbesar di Bali itu.

“Dari hasil koordinasi dengan petugas di pos pemantauan Gunung Agung di Rendang pada pukul 18.00 menerangkan, bahwa memang benar sebulan belakangan ini adanya peningkatan aktifitas yaitu terjadi gempa kecil beberapa kali,” ujar Ida Bagus Arimbawa.

Namun secara umum, aktifitas Gunung Agung masih tergolong normal. saat ini aktivitas gempa di gunung yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem itu meningkat dari 5 kali seminggu menjadi 10 kali gempa kecil.

“Untuk para pendaki posisi pendakian sementara masih aman satu dua hari ke depan, namun agar tetap hati-hati dan waspada serta mematuhi aturan yang ada,” imbuh Arimbawa.

Arimbawa menambahkan, pihaknya masih menunggu informasi dari badan Pusat Vulkanologi terkait status Gunung Agung tersebut sehingga apapun bisa dan akan segera dikabarkan kepada masyarakat.

“Besok kami akan kabarkan ke Masyarakat terkait perkembangan dari hasil pantauan teman-teman di pos pantau Rendang,” imbuh Arimbawa.

Arimbawa juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik terkait video yang sudah viral di media sosial tersebut.

“Kami akan mengambil langkah-langkah jika memang kondisinya sangat membahayakan bagi masyarakat. Dan kami sudah mengimbau kepada tim siaga bencana yang tersebar di seluruh kecamatan di Bali untuk melakukan tindakan,” akunya.

Seperti yang diketahui, Gunung Agung Bali pernah meletus dasyat pada 55 tahun silam atau lebih tepatnya pada tanggal 17 Maret 1963.

Musibah ini tak hanya merusak berbagai bangunan, namun juga menewaskan sekitar 2.000-an orang.

Gunung tertinggi di Pulau Bali, memiliki ketinggian 3.142 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Komentar