Cianjur Kesulitan Cetak Generasi Petani

95

CIANJUR – Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan, dan Hortikultura Cianjur, Jawa Barat, kesulitan mencetak generasi petani karena setiap tahun buruh tani di wilayah tersebut menurun 10 sampai 15 persen.

Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, Pangan, dan Hortikultura Cianjur, Mamad Nano, pada wartawan, Senin (25/9/2017), mengatakan, di Cianjur terdapat 17 ribu kelompok tani dengan rata-rata per kelompok terdiri atas 50 orang.

“Dari jumlah tersebut 40 persennya merupakan buruh tani, 30 persen petani penggarap dan 30 persen lainnya pemilik lahan. Untuk Cianjur, jumlah pemilik lahan sangat sedikit, karena sebagian besar warga hanya penggarap dan buruh,” katanya.

Sedangkan dari jumlah tersebut diperkirakan ada penurunan jumlah buruh tani setiap tahunnya, sehingga petani sulit untuk melakukan panen. Pihaknya memperkirakan 10 tahun mendatang jumlahnya akan habis atau minimal sangat terbatas.

“Ketika panen tiba pemilik atau penggarap sawah kesulitan mencari tenaga buruh. Krisis pertanian diperparah dengan generasi petani yang kurang karena remaja menilai menjadi petani tidak memiliki potensi untuk memberikan kesejahteraan,” katanya.

Meskipun kenyataannya jika dikelola dengan benar, pertanian menjadi lahan yang terbaik untuk menggenjot roda perekonomian. Namun, sebagian besar remaja di Cianjur, memilih untuk menjadi buruh dibandingkan menjadi petani.

“Sulit mencari generasi petani, anak muda memilih untuk menjadi buruh pabrik atau pekerjaan lain. Belum lagi pola pikir menjadi petani itu kotor, padahal tidak kalau dikembangkan dengan teknologinya, produksi pertanian akan melimpah,” katanya.

Saat ini, pihaknya tengah menggenjot petani muda dengan mengerahkan penyuluh pertanian. Setiap penyuluh ditugaskan untuk membina lima orang petani taruna dengan harapan mereka dapat menjadi pelopor pertanian.

“Terlebih dengan momentum hari tani nasional, Cianjur harus bisa menggenjot pertanian dan mempertahankan generasi petaninya. Berbagai cara akan kami lakukan untuk mencetak petani taruna yang berkualitas,” katanya. (Ant)

Komentar