Disperindag Bekasi Mencatat 66 SPBU Lakukan Kecurangan

100
Ilustrasi

BEKASI — Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Metrologi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mencatat 66 dari 72 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengurangi takaran.

“Tentunya harus dilakukan tera ulang, karenanya sudah banyak pengaduan dari masyarakat,” kata Kepala Bidang Perdagangan pada Disperindagpas Kabupaten Bekasi, Mulyadi di Kabupaten Bekasi, Minggu (10/9/2017).

Menurut dia tera ulang baru dilakukan di enam SPBU disertai sanksi administrasi dan teguran keras dan jika masih melakukan pelanggaran maka akan ditindak secara pidana dan pencabutan izin usaha.

Ia menambahkan sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 1 tahun 2017, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait wajib melakukan tera ulang kepada SPBU setiap satu tahun sekali.

Tujuannya mengantisipasi kerugian pada konsumen akibat dari permainan curang pengurangan takaran yang kerap sekali terjadi dilakukan oleh oknum pengusaha SPBU.

“Sesuai Perda No 1 tahun 2017, satu nosel di SPBU dikenakan retribusi Rp131.500, dan itu dilakukan setahun sekali,” katanya.[Ant]

Komentar