DPRD Kalsel Harapkan Percepatan Proses Akreditasi Puskesmas

61
Ilustrasi/Foto: Dokumentasi CDN.

BANJARMASIN — Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan mengharapkan percepatan proses akreditasi pusat kesehatan masyarakat yang tersebar di 13 kabupaten/kota di provinsi itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Yazidie Fauzi mengemukakan harapan tersebut di Banjarmasin, Rabu (13/9/2017), sesudah komisinya kunjungan kerja ke Kabupaten Tabalong, wilayah paling utara provinsi itu pekan lalu.

Kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi kesehatan ke “Bumi Saraba Kawa” Tabalong itu, untuk mengetahui sampai sejauhmana persiapan dan kesiapan puskesmas di kabupaten yang berbatasan dedngan Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah tersebut menghadapi proses verifikasi dan akreditasi.

Menurut mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel itu, dengan akreditasi tersebut, puskesmas akan memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal terhadap masyarakat, terutama di daerah tersebut.

Pasalnya, tutur wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Kalsel IV yang meliputi Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah itu, puskesmas menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di pelosok daerah.

“Pengakreditasian puskesmas tersebut bukan saja untuk peningkatan palayanan kesehatan masyarakat dan secara prima, tetapi juga buat pemerataan pelayanan kesehatan, sebagaimana di kota besar,” ujarnya.

Wakil Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kalsel itu, mengatakan walaupun puskesmas berdomisili di pelosok daerah, standarisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap secara nasional.

Oleh karena itu, katanya, untuk meningkatkan pelayanan atau peningkatan derajat kesehatan masyarakat tersebut, perlu pula ketersediaan sumber daya manusia yang memadai, seperti tenaga medis (dokter) serta paramedis (perawata).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel dari Partai Gerindra M. Lutfi Saifuddin menyatakan pihaknya akan terus memantau pelaksanaan akreditasi puskesmas di provinsi yang kini berpenduduk mencapai empat juta jiwa itu.

Dari sejumlah puskesmas di “Bumi Saraba Kawa” Tabalong, ada tiga di antaranya menghadapi verifikasi dan akreditasi terkait dengan pelayanan kesehatan sesuai standar nasional (Ant).

 

Komentar