Letusan Gunung Agung Harus Dimaknai Positif

143
Jro Mangku Kadek Suardika. -Foto: Sultan Anshori

GIANYAR  – Gunung Agung Bali terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanologinya, bahkan menurut data terbaru yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari pos pemantauan di Rendang, menyebut tidak lama lagi Gunung Agung di timur Pulau Dewata tersebut akan meletus.

Hal tersebut diamini oleh Jro Mangku Pura Kahyangan Dalem dari Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar Bali. Menurutnya, hal tersebut bagian dari Rtabhuana atau hukum alam yang sudah pasti terjadi. “Letusan Gunung Agung tersebut sudah merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari oleh manusia”, Ucap Jro Mangku Kadek Suardika, saat ditemu Cendana News, Senin (25/9/2017).

Namun, dirinya mengimbau kepada masyarakat agar bisa memaknai letusan Gunung Agung secara positif. Karena dalam keyakinan Agama Hindu, untuk mencapai keseimbangan alam, maka Ida Batara Siwa sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi sudah melakukan perannya.

Artinya dengan meletusnya Gunung Agung itu jangan dimaknai sebagai kutukan, tetapi suatu bentuk pralina atau suatu kehidupan baru agar mencapai keseimbangan yang lebih baik.

Selain itu, Mangku Kadek juga berpendapat, meletusnya Gunung Agung bisa dimaknai sebagai kembalinya sebuah peradaban ajaran agama Hindu itu sendiri yang mengajarkan budi dan kasih sayang antar sesama. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya para warga atau masyarakat Bali yang saling bahu-membahu dalam membantu korban pengungsian Gunung Agung.

“Coba lihat sekarang, sebelum meletus mereka sudah membantu sesama. Apalagi kalau sudah meletus, tambah lagi spirit ajaran Hindunya”, imbuh Mangku kelahiran 14 November 1967, ini.

Saat ditanya kapan Gunung Agung akan meletus, dirinya mengaku tidak tahu pasti. Namun, dirinya menyebutkan dari tanda-tanda petunjuk Niskala, meletusnya Gunung Agung tersebut terjadi pada saat keseimbangan alam terjadi, sedangkan keseimbangan alam terjadi pada saat setelah puncak hari suci menurut kepercayaan umat Hindu Bali atau setelah hari raya Galungan.

“Saat ini menurut kepercayaan umat Hindu Bali, akan memasuki bulan-bulan suci fasih keempat. Sementara puncak bulan suci fasih keempat tersebut akan terjadi pada 5 Oktober. Nah, prediksi saya Gunung Agung itu meletus setelah puncak hari suci itu atau setelah hari raya Galungan yang jatuh pada 5 Oktober mendatang. Tapi, saya tekankan ini hanya prediksi dari petunjuk niskala lo, ya”, jelas Mangku Kadek.

Karena itu, dirinya mengajak serta seluruh masyarakat dengan adanya Rtabhuana atau fenomena alam ini tidak henti-hentinya untuk menghaturkan doa, agar semakin memperkuat keimanan setiap individu umat Hindu agar lebih dekat lagi dengan Sang Hyang Widhi atau Tuhan.

“Saya yakin dengan kita terus berdoa akan menggetarkan alam semesta, agar ketika terjadi letusan tidak menimbulkan korban jiwa”, tutup Mangku Kadek.

Komentar