Pemkot Cirebon Alokasikan Rp25,25 Miliar Untuk Pilkada

71
Ilustrasi aktivitas di TPS – Foto:  Dokumentasi CDN

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan dana Rp25,25 miliar untuk menggelar pilkada serentak 2018. Dana yang disalurkan melalui pos dana hibah untuk sejumlah instansi yang tekait dengan kegiatan tersebut.

Asisten Pemerintahan Kota Cirebon Agus Mulyadi menyebut, tiga kegiatan besar dari pengguna anggaran tersebut adalah panitia pengawas atau panswalu, keamanan dan juga Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pada Februari 2017, dana sebesar Rp19 miliar telah dihibahkan kepada KPU Kota Cirebon.

“Sementara untuk Panwaslu Kota Cirebon, dari total Rp3 miliar, tahun ini dialokasikan Rp2 miliar dahulu, baru pada tahun 2018 akan dialokasikan lagi Rp1 miliar,” ungkap Agus usai penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) antara pemkot, panwaslu, dan keamanan pilkada, Senin (25/9/2017)

Lebih lanjut dikatakan, pengalokasian dengan mekanisme serupa juga berlaku untuk hibah bagi pihak keamanan yakni Kodim dan Polresta. Untuk Kodim tahun ini mendapatkan dana Rp150 juta dari alokasi yang disediakan sebanyak Rp550 juta. Sisanya baru akan dianggarkan di 2018 mendatang.

Sementara untuk Polresta Cirebon ada sekitar Rp2,25 miliar yang akan dicairkan secara bertahap juga.. “Pemkot sepenuhnya mengandalkan instansi terkait, sekretariat daerah (Setda Kota Cirebon) saya minta fokus pada pencairan dana dengan baik,” katanya.

Instansi teknis, terutama pimpinan instansi terkait, diminta menyiapkan diri agar penyerapan dana hibah tak tersendat. Hal ini untuk menghindari hambatan dalam pelaksanaan pilkada. Berdasar pengalaman, suatu kegiatan tidak terkecuali pilkada, kerap menghadapi aral saat pencairan. Halangan itu terjadi lantaran penundaan yang dilakukan pihak terkait.

“Kami tidak menghendaki hal itu, terlebih bila harus melanggar peraturan hanya karena keterbatasan waktu,” pungkasnya. (Ant)

Komentar