Perikanan Intensif di Malang Merusak Kualtas Air

90

MALANG – Direktur Utama Perum Jasa Tirta (PJT) I Malang, Raymond Valiant Ruritan, mengemukakan konsep perikanan intensif yang dilakukan nelayan di Waduk Selorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, merusak kualitas air, karena menyimpang dari prinsip konservasi.

“Di area Waduk Selorejo, kami menemukan banyak jaring apung, pakan ikan, dan pupuk urea, agar ikan berbobot dan makin banyak,” kata Raymond di Malang, Jawa Timur, Senin (25/9/2017).

Menurut dia, seharusnya bibit ikan ditebar dan dibiarkan hingga masa panen. Kalau ditambah dengan pakan, apalagi pupuk urea untuk penggemukan ikan, itu tidak sesuai dengan konsep konservasi.

Sisa pakan ikan, bahkan urea tersebut akan berubah menjadi racun yang berdampak pada kualitas air bendungan dan menyebabkan tumbuh suburnya enceng gondok.

Jika air permukaan dipenuhi enceng gondok, lanjut dia, akan mengurangi kadar oksigen alam air. Hal ini menyebabkan kualitasnya menurun. Bahkan, hasil penelusuran dan kajian yang dilakukan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya (UB) Malang pada 2015 dan 2016, jumlah ikan yang ditebar di waduk, khususnya Waduk Sutami dan Lahor, sudah melebihi kapasitas serta daya tampung waduk. Di Waduk Selorejo pun, statusnya sama, over fishing.

Karena itu, PJTI Malang mengimbau masyarakat atau nelayan hanya menggunakan sistem tebar dan tangkap bebas saat mencari ikan demi keberlangsungan ikan di bendungan, sehingga tetap bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Raymond mengakui pertimbangan ekonomi yang melatarbelakangi nelayan melakukan budi daya perikanan intensif tersebut. Untuk biaya, perikanan intensif diakuinya memang lebih mahal. Namun, lebih murah operasionalnya.

“Hasil panen perikanan intensif juga lebih banyak ketimbang budi daya karamba maupun tebar. Namun, kami tidak pernah mengizinkan adanya konsep perikanan intensif maupun karamba di area waduk,” katanya.

Tetapi, fakta di lapangan, waduk di sepanjang aliran Sungai Brantas dan Bengawan Solo sebagian besar untuk perikanan yang tidak mengikuti kaidah lingkungan dan konservasi.

Waduk Selorejo mampu menampung air sekitar 60 juta meter kubik. Air dari Waduk Selorejo dimanfaatkan masyarakat, tidak hanya di wilayah Malang Raya, tetapi hingga Kediri. Debit yang dilepas rata-rata 9 meter kubik/detik. Selain itu, Waduk Selorejo juga menghasilkan daya listrik 4,5 megawatt. (Ant)

Komentar