Petani di Flotim Mulai Produksi Pupuk Organik

55
Lahan pertanian jagung di desa Balawelin Solor Barat Flores Timur yang kebanyakan merupakan tanah gersang yang perlu menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanahnya. -Foto: Ebed de Rosary

LARANTUKA – Kesadaran petani untuk mulai menggunakan pupuk cair organik di kabupaten Flores Timur, mulai terbentuk. Terdapat 4 Kelompok Tani (Poktan) yang sudah memproduski pupuk cair organik dan siap untuk menjalani uji laboratorium di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Kepala Dinas Pertanian kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen, menunjukan pupuk cair organik yang diproduksi kelompok tani di Flores Timur. -Foto: Ebed de Rosary

Demikian disampaikan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian kabupaten Flores Timur, John Anjon, saat dihubungi Cendana News, Senin (25/9/2017) terkait hasil produksi pupuk cair organik.

Dikatakan John, terdapat 4 kelompok tani yang sudah bisa memproduksi sendiri pupuk cair organik, yakni kelompok tani Taruna Tani di kecamatan Ile Boleng, Senar Senaren desa Watututu, kecamatan Ile Mandiri,  Eden desa Lewoingu,  kecamatan Titehena dan Glekat Riang, desa Lewolaga, kecamatan Titehena.

“Kelompok tani ini sudah mahir memproduksi pupuk organik cair sendiri. Ada yang berinisiatif sendiri dengan belajar pada kelompok tani atau lembaga swadaya masyarakat dan ada yang dibina oleh Dinas Pertanian Flores Timur,” jelasnya.

Kalau sudah ada izin usaha dan hasil laboratoriumnya, sebut John, maka Dinas Pertanian Flores Timur akan mendorong kelompok tani tersebut untuk melakukan produksi massal dan dijual untuk masyarakat umum. Sebab, saat ini prospek pupuk organik semakin bagus dan banyak petani yang mulai menggunakannya.

“Pupuk organik cair itu selain digunakan untuk memupuk tanaman, juga bisa digunakan sebagai campuran makanan ternak, guna menambah nafsu makan dan menyehatkan ternak,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Flores Timur, Anton Wukak Sogen, mengatakan, bahwa beberapa kelompok tani di Flores Timur saat ini sudah mulai melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pupuk kimia poduski pabrik dengan memproduski sendiri pupuk organik cair dan padat.

Beberapa nama produk pupuk organik, sebut Anton, di antaranya Embio Lamawolo, Biosari Watotutu, Mironik Lewolaga dan pupuk padat dari kelompok tani lainnya dan walau belum mengantongi izin resmi, kelompok tani tersebut bahkan sudah memasarkan produknya kepada masyarakat.

“Petani kita sudah bisa memproduksi pupuk organik sendiri baik organik cair dan maupun padat dan mereka bahkan siap memenuhi permintaan pupuk organik dari masyarakat petani di Floitim, sehingga kita sedang mengurus legalitasnya,” tuturnya.

Anton menambahkan, Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon dan Wakil Bupati Agustinus Payong Boli, siap memfasilitasi kelompok tani memproduksi lebih besar guna memenuhi kebutuhan petani dan meminta agar anak muda dilibatkan dalam pembuatan pupuk organik ini.

“Kami di Flores Timur melakukan pembangunan dari desa sehingga bupati ingin agar kelompok tani yang ada bisa memberdayakan anak muda di lingkungannya,” ungkapnya.

Sampel pupuk organik dari kelompok tani, akhir September 2017 ini akan dibawa ke laboratorium Udayana untuk diuji kandungan unsur hara dari pupuk ini dan bila hasil uji laboratorium kurang, maka dikembalikan ke kelompok tani untuk diperbaiki kualitasnya.

Komentar