Putri Bercita-Cita Ingin Jadi Pebalap Profesional

96
Putri Ola pebalap perempuan Ponorogo. Foto: Charolin Pebrianti

PONOROGO – Putri Ola (16) siang itu terlihat garang saat balapan di sirkuit. Dengan berani, ia memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi. Namun ia juga bisa mengimbangi saat berada di tikungan. Meski lawannya berusia jauh di atasnya, Putri sapaan akrabnya, tidak gentar.

Sebelum mengikuti perlombaan, tak lupa ia menyiapkan diri. Mulai dari latihan, keamanan untuk badannya dan juga fisik yang sehat. Berbagai perlengkapan mulai dari helm, wearpack, sepatu dan sarung tangan ia kenakan.

Siswa kelas X SMKN 2 Ponorogo ini bahkan bercita-cita ingin menjadi pebalap profesional. Keinginannya itu pun tidak serta merta mendapatkan restu kedua orang tuanya. Pasalnya, Putri merupakan anak perempuan dan juga anak tunggal. Tak heran jika orang tuanya sempat melarang.

“Awalnya tidak diperbolehkan sama orang tua, karena saya nekad ingin ikut balap akhirnya diijinkan,” jelasnya saat ditemui Cendana News, Jumat (22/9/2017).

Alasan Putri ingin jadi pebalap karena sejak kelas 2 SD ia sudah mahir mengendarai motor. Dan terakhir saat duduk kelas 3 SMP ia bertemu dengan Djoko Poernomo seorang pemilik tim ‘Pak De Balap 69 Racing Team’. Dari sinilah Putri ditempa menjadi seorang pebalap profesional.

“Saya terjun ke dalam balapan baru enam bulan ini, seru dan menyenangkan,” cakapnya.

Putri menuturkan, awalnya ia menyukai balapan motor, salah satu tetangganya yang mengetahui kebiasaannya kemudian memperkenalkannya ke Djoko. Dari situ, ia berkenalan langsung dengan dunia balapan.

“Disini saya disiapkan jadi pebalap handal, motor, perlengkapan keamanan semua disiapkan Pak Djoko,” tuturnya.

Awalnya, orang tua Putri mewanti-wanti agar anak semata wayangnya itu tidak ikut balapan karena takut terjadi apa-apa. Namun seiring berjalannya waktu dan Putri membuktikan kalau ia bertanggung jawab dengan kegiatannya, akhirnya orang tuanya pun luluh dan mulai mengijinkan.

“Saya ikut lomba matic standart pemula, lawan saya rata-rata usianya jauh di atas saya, tapi saya tidak takut,” tandasnya.

Meski baru menempati posisi keenam, Putri mengaku bangga. Pasalnya baru pertama kali ikut lomba dan masuk 10 besar. “Saya pernah ikut balapan di Magetan, dapat urutan keenam,” pungkasnya.

Suasana perlombaan di sirkuit. Foto: Charolin Pebrianti

Komentar